BERITA TERKINI
Penggunaan Gadget Dinilai Mengubah Budaya Belajar Pelajar, Warga Soroti Dampak Positif dan Negatif

Penggunaan Gadget Dinilai Mengubah Budaya Belajar Pelajar, Warga Soroti Dampak Positif dan Negatif

Penggunaan gadget di tengah masyarakat kian meluas dan dinilai turut memengaruhi pola serta budaya belajar, terutama di kalangan pelajar. Sejumlah warga menyampaikan pandangan yang beragam mengenai dampak perangkat digital terhadap kegiatan belajar, baik dari sisi manfaat maupun risikonya.

Habib, warga Medan dan pendengar Programa 4, mengaku khawatir gadget memberi dampak negatif bagi anak saat berada di sekolah. Ia menilai anak-anak saat ini lebih sering bermain gim dibanding belajar. Menurutnya, tanpa pengawasan, penggunaan ponsel dapat membuat anak lupa waktu dan memicu masalah di lingkungan sekolah. Dalam acara Markobar pada Senin (04/05/2026), ia menyarankan agar anak tidak membawa ponsel ke sekolah.

Di sisi lain, Armaisyah, seorang mahasiswa, memandang gadget sebagai perangkat penting dalam pendidikan modern. Ia menyebut banyak materi kuliah kini tersedia secara daring sehingga gadget dibutuhkan untuk mengikuti perkembangan pembelajaran. Armaisyah juga menilai penggunaan gadget bergantung pada kebutuhan, termasuk untuk memudahkan komunikasi, misalnya terkait antar-jemput anak sekolah. Ia menekankan adanya sisi positif dan negatif dalam pemanfaatannya.

Seiring beragamnya pandangan tersebut, peran orang tua dan guru dinilai penting dalam mengawasi penggunaan gadget. Pembatasan waktu serta pendampingan diperlukan agar perangkat digital dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan belajar.

Secara umum, masyarakat menilai gadget dapat mendukung proses pembelajaran, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak digunakan secara tepat. Karena itu, diperlukan peran bersama orang tua, guru, dan pelajar untuk menjaga keseimbangan penggunaan gadget agar tetap mendukung kegiatan belajar secara optimal.