BERITA TERKINI
Pengawasan Anak di Era Gawai Jadi Sorotan, Orangtua Diminta Terapkan Batasan Jelas

Pengawasan Anak di Era Gawai Jadi Sorotan, Orangtua Diminta Terapkan Batasan Jelas

Kekhawatiran orangtua terhadap dampak pergaulan dan penggunaan gawai pada anak usia dini mengemuka dalam pertemuan Paguyuban Wali Murid Kelas 2 Martha SDN Pangarangan 1, Sumenep, Sabtu (25/4/2026). Dalam forum tersebut, pengawasan di rumah disorot karena dinilai masih lemah dan berpotensi membuka akses anak pada konten yang tidak sesuai usia.

Wali Kelas 2 Martha, Taskiyah, menekankan bahwa kontrol orangtua tidak cukup hanya sebatas memantau penggunaan gawai. Ia meminta adanya pembatasan yang tegas agar anak tidak mudah terpapar konten negatif.

“Seringkali orangtua merasa sudah mengawasi, padahal tanpa batasan yang jelas, anak tetap bisa terpapar konten negatif dari gadget,” ujar Taskiyah.

Menurutnya, paparan konten yang tidak layak, termasuk isu-isu sensitif yang belum sesuai usia anak, dapat memengaruhi perkembangan karakter. Karena itu, ia menilai peran orangtua krusial dalam membangun filter awal sebelum anak bersentuhan lebih jauh dengan dunia digital.

Taskiyah juga menyoroti kecenderungan sebagian orangtua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan kepada sekolah. Ia menilai, tanpa keterlibatan aktif keluarga, upaya pembentukan karakter anak berisiko berjalan tidak seimbang.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kelas 2 Martha, Nurul Mahmuda, menilai pertemuan paguyuban menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan orangtua. Ia mengatakan forum semacam ini diperlukan agar persoalan yang muncul dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi.

“Pertemuan seperti ini penting agar setiap persoalan bisa dibahas bersama dan dicarikan solusi terbaik,” kata Nurul.

Nurul menambahkan, orangtua perlu bersikap terbuka terhadap dinamika pendidikan yang terus berkembang. Ia menilai respons yang bijak menjadi kunci dalam menghadapi perubahan, termasuk tantangan baru di era digital.

Di sisi lain, Nurul juga mendorong evaluasi kebijakan pendidikan, termasuk penghapusan sistem peringkat di kelas. Menurutnya, keberadaan rangking dapat menjadi salah satu indikator bagi orangtua untuk memantau perkembangan akademik anak sekaligus bahan evaluasi dalam pendampingan belajar di rumah.