BERITA TERKINI
Peneliti Universitas Riau Kembangkan Sistem Grading Otomatis TBS Sawit Berbasis Cahaya Laser

Peneliti Universitas Riau Kembangkan Sistem Grading Otomatis TBS Sawit Berbasis Cahaya Laser

Peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau (LPPM UNRI) mengembangkan sistem grading otomatis untuk Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dengan memanfaatkan teknologi cahaya laser. Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi penentuan tingkat kematangan buah sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemilahan manual yang selama ini dinilai subjektif.

Dalam riset Grant Sawit K15, perangkat dirancang agar ekonomis dan mampu mengakomodasi beban TBS di atas 10 kilogram. Sistem tersebut mengintegrasikan dua laser dioda dan kamera khusus, serta bekerja di dalam kotak kedap cahaya yang dilengkapi sensor Charge Coupled Device (CCD) dan komponen optik pendukung.

Teknologi ini menggunakan metode fluorescence imaging dan laser speckle imaging. Cahaya laser diarahkan ke permukaan kulit buah untuk mendeteksi spektrum fluoresensi jaringan. Perbedaan warna fluoresensi yang muncul kemudian menjadi indikator utama tingkat kematangan, sebelum diproses secara kuantitatif melalui perangkat lunak komputer.

Dengan pendekatan tersebut, sistem diharapkan dapat meminimalkan kesalahan manusia dalam proses penyortiran. Penentuan mutu yang selama ini dilakukan secara visual oleh tenaga kerja berpengalaman kerap menghadapi kendala konsistensi, antara lain akibat faktor kelelahan yang dapat memperlambat aliran produksi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Sejumlah keunggulan teknis juga diklaim dari penggunaan perangkat ini, antara lain proses pemindaian yang bersifat tidak merusak (nondestructive), waktu identifikasi yang lebih cepat dan efisien, serta biaya operasional yang dinilai terjangkau.

LPPM UNRI menilai inovasi ini dapat menjadi solusi atas persoalan klasik terkait standar kematangan antara petani dan perusahaan. Dengan sistem otomatis yang menghasilkan data lebih transparan, proses penilaian diharapkan lebih terstandar dan adil bagi seluruh pihak.

Komponen utama sistem grading otomatis ini mencakup kamera Complementary Metal Oxide Semiconductor (CMOS), filter warna dan filter Neutral Density (ND), unit pengontrol (controller), serta sabuk konveyor (conveyor belt). Dua laser dioda yang digunakan memiliki karakteristik panjang gelombang, daya, dan diameter yang identik. Pantulan cahaya dari jaringan buah ditangkap lensa kamera untuk dianalisis melalui algoritma pemrosesan citra digital.

Sistem terintegrasi ini ditujukan untuk memastikan setiap TBS yang masuk ke lini produksi memenuhi syarat teknis yang ditetapkan. Akurasi pemilahan disebut berkontribusi pada peningkatan kualitas minyak sawit kasar yang dihasilkan.

Pengembangan teknologi berbasis sensor optik ini juga dipandang sebagai bagian dari transformasi digital di sektor perkebunan. Riset berkelanjutan diharapkan membuat operasional pabrik lebih terukur, transparan, dan mendukung penerapan standar kualitas yang lebih luas.