BERITA TERKINI
Peneliti Kembangkan Baterai Kalsium, Diklaim Lebih Aman dan Berpotensi Lampaui Lithium-ion

Peneliti Kembangkan Baterai Kalsium, Diklaim Lebih Aman dan Berpotensi Lampaui Lithium-ion

Perkembangan teknologi baterai kerap dinilai berjalan lambat karena prinsip dasarnya tidak banyak berubah sejak era 1960-an. Sementara itu, baterai lithium-ion yang saat ini digunakan pada sebagian besar ponsel disebut mulai mendekati batas maksimal kapasitas energinya. Di sisi lain, lithium juga dinilai langka, mahal, serta memiliki risiko keselamatan karena dapat mudah terbakar apabila mengalami kerusakan fisik.

Di tengah tantangan tersebut, tim peneliti dari Hongkong University of Science and Technology melaporkan terobosan baterai berbahan kalsium. Kalsium merupakan mineral yang melimpah dan disebut lebih aman dibanding lithium. Dalam pengembangannya, para peneliti menciptakan elektrolit khusus yang diklaim membuat baterai kalsium lebih tahan lama dan stabil saat digunakan berulang kali.

Dari sisi keamanan, kalsium disebut memiliki sejumlah keunggulan, antara lain sifatnya yang tidak beracun dan lebih ramah lingkungan. Material ini juga memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibanding lithium. Karakteristik tersebut dinilai dapat membuat baterai kalsium lebih stabil, sehingga risiko ledakan pada perangkat elektronik bisa diminimalkan.

Dalam pengujian terbaru yang disampaikan, baterai kalsium mampu bertahan hingga 1.000 siklus pengisian daya dengan kapasitas yang masih terjaga pada 74%. Secara teori, kepadatan energi kalsium juga disebut jauh melampaui lithium, yang membuka peluang baterai di masa depan menjadi lebih awet tanpa harus membuat perangkat lebih berat.

Meski demikian, teknologi ini belum siap digunakan secara luas. Pengembangan baterai kalsium diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 tahun sebelum dapat masuk tahap komersialisasi. Namun, temuan ini dinilai menjadi langkah penting dalam upaya mencari alternatif baterai yang lebih aman dan berkelanjutan untuk perangkat elektronik.