Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan ekosistem singkong sebagai komoditas strategis daerah dengan mempercepat pengembangan pusat riset melalui Cassava Center yang bekerja sama dengan Universitas Lampung (Unila).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, setelah harga singkong mulai membaik, pemerintah akan mengalihkan fokus pada peningkatan produktivitas petani. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan riset yang kuat serta kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan perguruan tinggi.
Riset dilakukan melalui Cassava Center yang telah dibentuk di Unila dengan memanfaatkan lahan riset di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan. Program ini disebut sudah berjalan sejak dua bulan terakhir setelah diresmikan. Cassava Center diharapkan menjadi pusat inovasi pengembangan singkong di Lampung, mencakup teknologi budidaya, pengolahan lahan, hingga pengembangan varietas unggul.
Salah satu fokus utama penelitian, kata Mirzani, adalah mencari bibit singkong unggul yang tidak hanya berproduktivitas tinggi, tetapi juga memiliki kadar aci tinggi agar sesuai kebutuhan industri tapioka. Ia menyebut selama ini Lampung belum memiliki bibit yang mampu memenuhi dua kriteria tersebut sekaligus.
Ia menilai peningkatan kualitas bibit menjadi kunci agar industri singkong Lampung mampu bersaing dengan negara produsen singkong lain di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam. Menurutnya, Lampung perlu mengejar ketertinggalan yang sudah berlangsung lama.
Mirzani menambahkan, hasil riset awal ditargetkan mulai terlihat dalam satu tahun ke depan, terutama terkait pengembangan bibit unggul. Sementara peningkatan produktivitas secara signifikan ditargetkan dapat dicapai dalam rentang maksimal dua tahun.
Selain inisiatif di tingkat daerah, Lampung juga telah ditetapkan sebagai lokasi National Cassava Center atau Pusat Singkong Nasional melalui kerja sama pemerintah daerah, Kementerian PPN/Bappenas, dan Sungai Budi Foundation. Program ini ditujukan untuk memperkuat riset singkong sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen.