BERITA TERKINI
Pemprov DKI Perluas Ruang Bermain Ramah Anak untuk Tekan Ketergantungan Gadget

Pemprov DKI Perluas Ruang Bermain Ramah Anak untuk Tekan Ketergantungan Gadget

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas penyediaan ruang bermain ramah anak sebagai upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget dan media sosial di tengah perkembangan teknologi digital yang kian pesat.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Dodi Taruna Dwiputra, menyebut keterbatasan ruang terbuka di wilayah perkotaan menjadi salah satu tantangan yang turut mendorong tingginya penggunaan gadget pada anak.

“Kalau kita bicara wilayah Jakarta yang sudah padat penduduk, ruang bermain anak memang semakin terbatas. Karena itu Pemprov DKI menghadirkan fasilitas seperti RPTRA yang hampir ada di seluruh kelurahan sebagai alternatif ruang bermain anak,” kata Dodi dalam dialog bersama RRI, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Dodi, keberadaan ruang bermain seperti RPTRA, taman kota, hingga fasilitas olahraga seperti area skateboard di sejumlah titik di Jakarta diharapkan mendorong anak lebih aktif beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi langsung dengan teman sebaya.

“Kita ingin anak-anak punya aktivitas di luar rumah, tidak hanya fokus pada gadget. Mereka perlu ruang untuk bermain, bersosialisasi, dan membangun interaksi sosial secara langsung,” ujarnya.

Selain penyediaan fasilitas fisik, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan pembatasan penggunaan gadget di area publik ramah anak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengaturan akses Wi-Fi agar anak tidak bebas mengakses seluruh konten digital.

“Di beberapa lokasi, kami siapkan Wi-Fi, tetapi dengan pembatasan konten. Ini bagian dari upaya agar anak tetap bisa memanfaatkan teknologi secara sehat,” kata Dodi.

Berdasarkan data DPPAPP, hampir 40 persen anak di Jakarta mengalami kecanduan gadget. Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan karena penggunaan gadget berlebihan dapat memengaruhi konsentrasi belajar, pola interaksi sosial, hingga kesehatan mental anak.

Karena itu, Dodi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi. Ia menilai penyediaan ruang bermain oleh pemerintah perlu dibarengi dengan pengawasan dan keterlibatan keluarga di rumah.

“Pemerintah sudah menghadirkan fasilitas, tetapi yang paling penting tetap peran orang tua. Anak perlu didorong untuk bermain di luar dan dibatasi waktu penggunaan gadgetnya,” ucapnya.