BERITA TERKINI
Pemkot Gorontalo Dorong Program "1 Jam Bersama Keluarga, 1 Jam Tanpa Gadget" untuk Perkuat Karakter Anak

Pemkot Gorontalo Dorong Program "1 Jam Bersama Keluarga, 1 Jam Tanpa Gadget" untuk Perkuat Karakter Anak

Pemerintah Kota Gorontalo terus mendorong penguatan karakter anak melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan membatasi penggunaan gadget yang dinilai berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Husin Ali, mengatakan penggunaan ponsel secara berlebihan menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan saat ini. Karena itu, kebijakan pembatasan gadget dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Menurut Husin, Kota Gorontalo telah lebih dulu mengambil inisiatif melalui program “1 Jam Bersama Keluarga, 1 Jam Tanpa HP di Rumah” yang diluncurkan wali kota sebelum adanya kebijakan dari pemerintah pusat. “Program ini telah berjalan dan memberikan dampak positif, terutama dalam mempererat hubungan keluarga,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (31-3-2026).

Belakangan, upaya tersebut disebut semakin diperkuat dengan arahan dari Mabes Polri melalui Densus 88, yang dipandang sebagai sinyal baik bahwa langkah bersama untuk memperbaiki kualitas generasi muda berjalan lebih serius.

Di lingkungan sekolah, pembatasan penggunaan ponsel juga mulai diterapkan. Siswa hanya diperbolehkan menggunakan ponsel ketika benar-benar diperlukan untuk kepentingan pembelajaran. Di luar itu, ponsel harus disimpan, dan beberapa sekolah telah menyediakan tempat khusus untuk penitipan ponsel.

Untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi, sekolah diminta memaksimalkan fasilitas yang tersedia seperti laptop, Chromebook, dan perangkat digital lainnya. Jika diperlukan, orang tua diperbolehkan membantu menyediakan ponsel, namun tetap dengan pengawasan dan batasan yang jelas.

Husin menekankan peran orang tua menjadi kunci dalam pengawasan penggunaan gadget anak di rumah. Orang tua diminta aktif mengontrol, termasuk memanfaatkan fitur kontrol orang tua, sehingga pengawasan tidak hanya dilakukan guru di sekolah, tetapi juga berlanjut di rumah.

Selain itu, para guru juga diimbau memberi contoh dalam penggunaan ponsel. Dalam proses belajar mengajar, guru diminta tidak menggunakan ponsel jika tidak diperlukan. Di tingkat dinas pendidikan, kebiasaan mematikan ponsel saat rapat juga mulai diterapkan sebagai bentuk keteladanan.

“Intinya, Pemerintah Kota Gorontalo ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih fokus dan minim gangguan gadget. Namun, penggunaan teknologi tetap diperbolehkan selama sesuai kebutuhan,” kata Husin.