Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengapresiasi Majelis Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Elohim Latta yang meluncurkan aplikasi mobile dan website jemaat untuk mendukung kelancaran pelayanan.
Peluncuran platform digital tersebut dilakukan bertepatan dengan ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) gedung Gereja Elohim Latta ke-69 yang digelar oleh majelis jemaat dan Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi Nasional (PHHBGN), Jumat (17/4/2026).
Dalam kegiatan itu hadir Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette mewakili Wali Kota Ambon, Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon Timur, Penatua Jemy Sitanala, Pemerintah Desa Latta, pendeta emeritus, warga jemaat GPM Elohim Latta, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Robby Sapulette, Pemkot Ambon menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras panitia serta jemaat dalam mewujudkan inovasi tersebut. Pemerintah juga menilai kolaborasi antara gereja, pemerintah, dan elemen masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membangun Kota Ambon sebagai kota religius dan berdaya saing.
Wali Kota menyebut peringatan HUT ke-69 menunjukkan eksistensi Gereja Elohim Latta sebagai bagian penting dari masyarakat, tidak hanya sebagai tempat peribadahan, tetapi juga pusat pembinaan iman, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai sosial. Ia juga menilai jemaat GPM Latta berkontribusi membangun peradaban masyarakat yang berlandaskan kasih, termasuk melalui pembinaan moral, spiritual, etika, dan semangat kebersamaan untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah menilai transformasi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, termasuk dalam pelayanan gereja. Karena itu, peluncuran aplikasi mobile Latta Conect dan website jemaat GPM Latta disebut sebagai langkah strategis, visioner, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Menurut Wali Kota, melalui platform digital tersebut pelayanan diharapkan lebih efektif, efisien, transparan, serta mudah diakses anggota jemaat kapan pun dan di mana pun. Ia juga menekankan transformasi digital bukan semata penggunaan teknologi, melainkan perubahan pola pikir, cara bekerja, dan cara melayani. Digitalisasi pelayanan gereja, lanjutnya, perlu dimaknai sebagai upaya memperluas jamuan kasih serta mempererat hubungan antara gereja dan jemaat.
Pemerintah menambahkan, langkah ini sejalan dengan upaya menyongsong 100 tahun GPM menuju abad kedua, yang menuntut gereja semakin responsif dan inklusif serta memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Penatua Jemy Sitanala dari MPK Klasis Pulau Ambon Timur menyatakan peluncuran aplikasi mobile dan website oleh Majelis Jemaat GPM Elohim Latta merupakan yang pertama dilakukan di Klasis Pulau Ambon Timur. Ia mengapresiasi inovasi tersebut karena memungkinkan akses pelayanan dari rumah.
Sitanala juga menyampaikan harapan agar menjelang satu abad GPM, gereja bersama Majelis Sinode GPM terus menjalankan tugas pelayanan di klasis, kota, dan daerah. Ia mengajak jemaat membangun kekeluargaan dalam unit, sektor, dan jemaat, serta menyampaikan ucapan selamat atas peluncuran aplikasi dan website.
Selain itu, Sitanala menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Ambon sebagai mitra yang mendukung pelayanan di Klasis Pulau Ambon Timur.