Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mulai memetakan wilayah yang masih mengalami blankspot sebagai langkah memperluas akses internet. Upaya ini dilakukan karena masih terdapat desa dan sejumlah ruas jalan yang belum terjangkau jaringan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfosp) Tanah Bumbu, Al Husain Mardani, mengatakan pemetaan diperlukan untuk memastikan data lapangan akurat sekaligus menyusun penanganan yang lebih terarah.
“Data harus kita pastikan valid agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, dari total 152 desa di Tanah Bumbu, sekitar 75 persen sudah terbebas dari blankspot. Sementara sisanya masih menghadapi keterbatasan akses internet. Selain di permukiman, titik blankspot juga ditemukan pada ruas jalan bypass Tanah Bumbu–Banjarbaru.
Untuk mendukung perluasan jaringan, Pemkab Tanah Bumbu mencatat saat ini terdapat 221 titik Base Transceiver Station (BTS) serta 93 layanan dari BAKTI Komdigi yang beroperasi di wilayah tersebut. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung penguatan konektivitas, meski belum menjangkau seluruh area.
Pemerintah daerah menargetkan pemerataan akses internet dapat mendorong aktivitas ekonomi digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di desa-desa yang selama ini masih sulit terhubung jaringan.