Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, menyampaikan bahwa kegiatan restorasi jaringan pada segmen Tahuna–Melonguane dilakukan karena adanya beberapa serat optik Palapa Ring yang putus dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah pusat.
Dalam dialog interaktif di RRI Pro1 Tahuna pada Rabu, 15 April 2026, Lumiu menjelaskan informasi tersebut diperoleh dari Bakti Kominfo. Ia menyebutkan kegiatan restorasi partial cut Tahuna–Melonguane digelar untuk memperbaiki sejumlah serat fiber optik yang rusak.
Lumiu mengatakan kondisi ini berdampak pada layanan internet di dua wilayah, yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Menurutnya, saat ini konektivitas hanya bertumpu pada satu titik sambungan dari jalur Ternate–Talaud–Sangihe hingga Sitaro. Sementara jalur lain dari Manado ke Sitaro disebut dalam kondisi putus atau rusak berat.
Ia menambahkan, titik tumpuan layanan internet sangat bergantung pada segmen Melonguane–Tahuna sehingga perlu mendapatkan penanganan serius. Lumiu juga menyampaikan puncak gangguan internet diperkirakan terjadi pada 16 hingga 24 April 2026.
Terkait penyebaran informasi kepada masyarakat, Lumiu menyatakan pihaknya telah menyampaikan sejak bulan sebelumnya melalui pemberitaan media, serta menyebarkan selebaran digital melalui sejumlah platform media sosial. Ia juga menyebut pemberitahuan tertulis telah disampaikan ke wilayah kecamatan, termasuk kepada operator yang menyelenggarakan layanan internet bantuan dari Bakti.