Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menyampaikan perkembangan layanan pengaduan program MBG melalui aplikasi “Lapor MBG” dalam rapat koordinasi dan evaluasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) yang digelar di Hotel Harris Gubeng.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi memaparkan sejumlah progres yang disebut signifikan, sekaligus langkah inovatif untuk menangani kendala di lapangan.
Menurut Slamet Junaidi, Tim Satgas MBG Sampang mengembangkan aplikasi Lapor MBG agar masyarakat dapat menyampaikan aduan secara langsung apabila menemukan permasalahan atau dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan MBG. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan, inovasi tersebut merupakan respons cepat pemerintah daerah atas keluhan masyarakat terkait menu dan komposisi makanan yang sempat viral di media sosial. Melalui pengelolaan pengaduan ini, Pemkab Sampang berharap laporan warga tidak berhenti sebagai isu viral, melainkan dapat ditindaklanjuti menjadi solusi konkret.
“Laporan masyarakat akan terhubung dengan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya. Ia menambahkan, sistem itu juga memungkinkan pemantauan jumlah laporan yang masuk, SPPG yang paling banyak menerima pengaduan, serta jumlah laporan yang sudah ditindaklanjuti oleh SPPG.
Pemkab Sampang menilai pengawasan hingga tingkat satuan pelayanan melalui aplikasi tersebut dapat membantu perbaikan dan peningkatan kualitas layanan program MBG di Kabupaten Sampang. Selain itu, aplikasi ini diharapkan meminimalkan celah penyimpangan dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut di lapangan.