Pemerintah Kabupaten Mimika resmi membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai langkah strategis untuk mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pembangunan daerah serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRIDA Mimika, Slamet Sutejo, mengatakan BRIDA kini bergabung dalam Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Mimika. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar layanan terkait inovasi lebih dekat dengan masyarakat dan mudah diakses.
Salah satu layanan yang dibuka untuk umum adalah Sistem Informasi Inovasi Daerah Kabupaten Mimika (SIRIDAKAMI), sebuah platform digital yang sebelumnya telah disiapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Melalui sistem ini, inovasi daerah dapat didata dan dikembangkan secara lebih terstruktur.
Slamet menjelaskan, di sejumlah daerah BRIDA masih berada di bawah naungan Bappeda. Namun di Kabupaten Mimika, BRIDA berdiri sebagai badan tersendiri. Ia menilai hal itu menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Mimika sebagai daerah yang inovatif.
“Kita akan terus mendorong agar inovasi-inovasi yang lahir di Kabupaten Mimika benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mimika, dan juga bisa diadopsi serta diterapkan di daerah lain,” ujar Slamet saat diwawancarai, Selasa (27/1/2026).
Selain layanan inovasi, BRIDA Mimika juga membuka pendampingan penelitian bagi mahasiswa dan peneliti, baik jenjang S1 maupun S2. Layanan ini mencakup penyediaan data pendukung untuk penulisan skripsi dan tesis.
BRIDA juga menyediakan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi inovasi yang dihasilkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, maupun masyarakat umum.
“Kita membantu masyarakat Mimika yang memiliki inovasi agar didaftarkan hak kekayaan intelektualnya. Ini sangat penting, karena selama ini masih terpisah-pisah. Sekarang kita kolaborasikan di dalam MPP,” kata Slamet.
Hingga saat ini, BRIDA Mimika mencatat sebanyak 74 inovasi telah terdata dalam SIRIDAKAMI. Ke depan, BRIDA membuka peluang pengembangan inovasi hingga ke lingkungan sekolah, media, dan komunitas masyarakat.
Slamet berharap inovasi yang lahir tidak berhenti pada tahap pendataan, melainkan berkelanjutan serta memberi manfaat jangka panjang. “Kita ingin inovasi ini kontinu, kemanfaatannya bisa dirasakan hingga lima sampai sepuluh tahun ke depan. Bukan hanya muncul sesaat lalu hilang,” ujarnya.
Dengan bergabungnya BRIDA ke dalam MPP, total layanan yang tersedia di MPP Kabupaten Mimika kini menjadi 35 layanan, yang terdiri dari layanan OPD, instansi vertikal, serta BUMN dan BUMD.