Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas layanan ibadah haji melalui transformasi digital. Terbaru, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menghadirkan aplikasi Kawal Haji sebagai kanal pengaduan terintegrasi bagi jemaah dan petugas untuk melaporkan berbagai kendala langsung dari lapangan.
Aplikasi berbasis web ini dapat diakses melalui laman kawal.haji.go.id. Platform tersebut dirancang untuk mempercepat alur pelaporan sekaligus memastikan setiap aduan dapat ditindaklanjuti secara transparan.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Farosa, mengatakan aplikasi ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan layanan haji berbasis teknologi. “Aplikasi Kawal Haji kami hadirkan sebagai sarana pengaduan yang transparan dan responsif. Jemaah maupun petugas dapat langsung melaporkan kejadian di lapangan secara real time, lengkap dengan lokasi dan bukti pendukung,” ujarnya.
Melalui Kawal Haji, pengguna dapat mengirim laporan dengan memilih kategori pengaduan, menuliskan kronologi, menentukan lokasi kejadian melalui peta, serta mengunggah hingga lima foto sebagai bukti pendukung.
Selain sebagai kanal pelaporan, aplikasi ini juga menyediakan fitur “Pantau” dan “Telusuri Laporan” untuk menelusuri aduan yang telah masuk. Pencarian dapat difilter berdasarkan kategori maupun parameter tertentu. Khusus petugas, penyaringan dapat dilakukan lebih rinci, termasuk berdasarkan status penanganan, embarkasi, hingga kelompok terbang (kloter).
Pengguna juga dapat memanfaatkan menu riwayat pengaduan untuk memantau perkembangan laporan dan melihat respons dari pihak terkait. Farosa menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap setiap laporan. “Kami ingin memastikan setiap laporan tidak hanya tercatat, tetapi juga ditindaklanjuti. Melalui fitur riwayat dan tanggapan, pengguna dapat memantau sejauh mana penanganan pengaduan dilakukan,” katanya.
Dari sisi akses, Kawal Haji dapat dipasang langsung melalui browser seperti Chrome dengan fitur Add to Home Screen tanpa perlu mengunduh dari toko aplikasi. Langkah ini ditujukan untuk memudahkan penggunaan, terutama bagi jemaah yang membutuhkan akses cepat dan praktis selama berada di Tanah Suci.
Pemerintah berharap kehadiran Kawal Haji dapat mendorong pengawasan layanan yang lebih partisipatif dan akuntabel. Farosa mengajak jemaah dan petugas memanfaatkan aplikasi tersebut secara aktif. “Partisipasi semua pihak sangat penting dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik,” ujarnya.