Pemerintah terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan sampah nasional melalui pendekatan berbasis riset dan pemanfaatan teknologi. Upaya ini ditandai dengan kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto ke fasilitas pengolahan sampah di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) Cilangkap, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Kunjungan tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta Panglima TNI Agus Subiyanto. Kehadiran sejumlah pejabat ini disebut sebagai bagian dari sinergi strategis antarinstansi untuk menghadapi kompleksitas persoalan sampah nasional.
Dalam peninjauan, Brian menekankan pentingnya pemanfaatan inovasi teknologi yang dapat diterapkan secara efektif di berbagai skala. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, institusi pertahanan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang adaptif dan berkelanjutan.
Salah satu fokus kunjungan adalah fasilitas Mesin Olah Runtah (Motah) di Mabes TNI yang dinilai sebagai contoh penerapan teknologi pengolahan sampah. Sistem ini disebut mampu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui proses yang efisien.
Pendekatan tersebut dipandang relevan untuk direplikasi di berbagai daerah, dengan tujuan menekan beban tempat pembuangan akhir (TPA) serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih produktif.
Sebelumnya, pemerintah juga mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro sebagai bagian dari strategi nasional. Dalam berbagai forum, Brian menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat inovasi sekaligus laboratorium penerapan teknologi di lapangan.
Melalui gerakan pengelolaan sampah di lingkungan kampus, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk kemudian dihilirisasi dan distandarisasi agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
Kunjungan ke fasilitas Motah ini disebut menjadi langkah konkret dalam menghubungkan kebijakan, riset, dan implementasi. Pemerintah berharap model pengolahan sampah berbasis teknologi dapat mempercepat adopsi solusi yang efektif, terukur, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.