BERITA TERKINI
Paparan Gadget Berlebihan pada Balita Dinilai Berisiko Picu Keterlambatan Bicara

Paparan Gadget Berlebihan pada Balita Dinilai Berisiko Picu Keterlambatan Bicara

Jakarta - Paparan gadget yang berlebihan pada anak usia dini dinilai dapat memengaruhi kemampuan berbicara dan bersosialisasi. Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, menyebut kondisi yang kerap muncul adalah keterlambatan bicara serta kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya.

Rini menjelaskan, masa balita merupakan fase penting dalam perkembangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial. Pada periode ini, anak membutuhkan stimulasi berupa komunikasi dua arah yang intens dengan orang tua maupun orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, kebutuhan stimulasi tersebut berisiko tidak terpenuhi apabila anak lebih banyak dibiarkan bermain menggunakan gawai. Ia menilai penggunaan gawai tidak menghadirkan stimulasi dua arah karena anak cenderung hanya mengulang apa yang didengar, baik suara maupun kata-kata, tanpa membangun pemahaman konteks komunikasi.

Rini menambahkan, jika kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama, dampaknya dapat meluas ke aspek perkembangan lain, termasuk kemampuan bersosialisasi dan belajar.

Dalam konteks pengaturan penggunaan layar, screen time merujuk pada waktu yang dihabiskan untuk menggunakan komputer, menonton televisi, atau bermain gim video. Sejumlah ahli menganjurkan screen time untuk anak berusia di atas 2 tahun tidak lebih dari dua jam per hari.

Pakar perkembangan anak juga menyarankan screen time pada usia 0-2 tahun tidak direkomendasikan, kecuali untuk video call dengan pendampingan. Sementara itu, untuk usia 2-3 tahun disarankan 30 menit per hari, usia 3-5 tahun maksimal satu jam per hari, dan usia 6-12 tahun berkisar 1-2 jam per hari.