BERITA TERKINI
PANRB Nilai Karier ASN di Iptek Kian Terbuka, Ahmad Heryawan Beri Apresiasi

PANRB Nilai Karier ASN di Iptek Kian Terbuka, Ahmad Heryawan Beri Apresiasi

Jakarta (01/04) — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyatakan peluang karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) semakin terbuka, terutama melalui penguatan jabatan fungsional seperti peneliti dan perekayasa.

Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja, pada 11/03/2026 menjelaskan pemerintah tengah menyusun postur ASN strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di berbagai sektor prioritas. Salah satu yang disorot ialah kebutuhan di bidang teknologi nuklir untuk mendukung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menurut Aba, pemenuhan kebutuhan tersebut akan dituangkan melalui rancangan desain pemenuhan sumber daya manusia (SDM) selama lima tahun agar perencanaan tenaga ahli dapat dilakukan secara sistematis. Selain rekrutmen baru, pemenuhan SDM juga ditempuh lewat skema mobilitas talenta bagi pegawai yang dinilai kompeten. Penguatan manajemen talenta ini diharapkan membangun ekosistem riset yang optimal dan berkelanjutan di berbagai lembaga pemerintah.

Menanggapi kebijakan tersebut, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan, menyampaikan apresiasi atas langkah PANRB yang menilai semakin terbukanya jalur karier ASN di bidang iptek. Ia menilai penguatan jabatan fungsional peneliti dan perekayasa sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan SDM unggul di era transformasi digital dan penguatan riset nasional.

“Langkah Kementerian PANRB tersebut merupakan arah kebijakan yang sangat tepat. Negara membutuhkan ASN yang tidak hanya administratif, tetapi juga memiliki kapasitas keilmuan dan inovasi yang kuat, terutama di bidang riset dan teknologi,” kata Ahmad Heryawan saat diwawancarai.

Ia juga menyoroti penyusunan postur ASN strategis yang disampaikan PANRB, termasuk rencana pemenuhan tenaga ahli di sektor teknologi nuklir untuk mendukung BRIN. Menurutnya, desain pemenuhan SDM lima tahun penting untuk memastikan keberlanjutan pengembangan talenta ASN di sektor-sektor strategis.

“Apa yang dilakukan pemerintah melalui penyusunan postur ASN strategis menunjukkan adanya keseriusan dalam membangun ekosistem riset nasional yang kuat dan berdaya saing. Perencanaan yang matang akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Kebutuhan tenaga ahli tidak bisa dipenuhi secara sporadis, tetapi harus dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ahmad Heryawan menilai skema mobilitas talenta dapat menjadi pendekatan adaptif dan efisien untuk mengoptimalkan ASN yang sudah ada sekaligus mempercepat pengisian posisi strategis tanpa selalu bergantung pada rekrutmen baru. Ia menekankan penguatan manajemen talenta sebagai fondasi untuk membangun ekosistem riset yang optimal dan berkelanjutan di lingkungan pemerintahan.

“Mobilitas talenta menjadi solusi cerdas untuk mengoptimalkan potensi ASN yang sudah ada, sekaligus mempercepat pengisian posisi strategis tanpa harus selalu bergantung pada rekrutmen baru. Manajemen talenta yang baik akan memastikan bahwa setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensinya, sehingga mampu berkontribusi maksimal dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi nasional,” tutupnya.