BERITA TERKINI
OpenAI Umumkan Penghentian Sora, Aplikasi AI Pembuat Video yang Sempat Viral

OpenAI Umumkan Penghentian Sora, Aplikasi AI Pembuat Video yang Sempat Viral

OpenAI mengumumkan akan menghentikan Sora, aplikasi pembuat video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sempat mencuri perhatian sejak dirilis pada akhir 2024. Kabar penutupan ini disampaikan melalui unggahan di X pada Selasa sore waktu setempat, dengan pernyataan singkat: “Kita mengucapkan selamat tinggal pada Sora.”

Dalam unggahan tersebut, OpenAI menyampaikan apresiasi kepada pengguna dan komunitas yang telah berkarya menggunakan Sora. Perusahaan juga mengakui kabar ini berpotensi mengecewakan, serta berjanji akan membagikan informasi lanjutan, termasuk jadwal penghentian aplikasi dan API, serta detail cara melestarikan karya pengguna.

Hingga berita ini ditulis, OpenAI belum merinci kapan akses ke aplikasi dan layanan API Sora akan dihentikan bagi pengguna maupun pengembang. Perusahaan hanya menyatakan informasi lebih detail akan disampaikan kemudian.

Keputusan menghentikan Sora mengejutkan sebagian pihak, mengingat aplikasi ini sempat menjadi salah satu produk kreatif OpenAI yang paling menonjol. Sora bahkan pernah menembus posisi atas di App Store Amerika Serikat setelah debut, meski performanya kemudian disebut melambat. Data Appfigures yang dikutip TechCrunch menunjukkan unduhan Sora turun 32 persen dari November ke Desember, sebelum kembali naik 45 persen pada Januari 2026.

Dalam pernyataan kepada Engadget, juru bicara OpenAI menjelaskan bahwa perusahaan memutuskan menghentikan Sora untuk aplikasi dan API konsumen. Ia menyebut, seiring meningkatnya fokus dan permintaan komputasi, tim riset Sora kini memusatkan perhatian pada riset simulasi dunia untuk memajukan robotika yang ditujukan membantu orang menyelesaikan tugas fisik di dunia nyata.

Perubahan arah ini disebut sejalan dengan strategi OpenAI belakangan, yang dinilai semakin mengincar pengguna profesional dan pelanggan enterprise. Reuters melaporkan perusahaan mengalihkan perhatian ke area yang dinilai lebih dekat dengan jalur profit, seperti alat bantu pemrograman, perangkat lunak untuk perusahaan, robotika, serta ambisi memimpin di bidang AGI.

Bagi pengguna Sora, perhatian kini tertuju pada jadwal resmi penghentian layanan dan mekanisme penyimpanan video yang sudah dibuat. OpenAI menyatakan akan segera membagikan rincian timeline penutupan serta cara menyimpan karya pengguna.

Di sisi lain, OpenAI juga dilaporkan tengah menyiapkan ekspansi besar dalam perekrutan karyawan. Laporan Financial Times yang dikutip pada Senin (23/3/2026) menyebut perusahaan menargetkan jumlah tenaga kerja mencapai 8.000 orang pada akhir 2026, meningkat dari sekitar 4.500 karyawan saat ini.

Rekrutmen tersebut disebut mencakup berbagai departemen, mulai dari pengembangan produk, engineering, riset, hingga penjualan. Salah satu posisi yang disorot adalah “Specialists for Technical Ambassadorship”, yang dirancang untuk menjembatani teknologi AI yang kompleks dengan kebutuhan praktis dunia usaha, termasuk membantu klien korporasi mengoptimalkan penggunaan alat AI OpenAI agar lebih efektif dan terintegrasi dalam operasional bisnis.

Agresivitas perekrutan ini juga dikaitkan dengan persaingan dengan Anthropic. Berdasarkan AI Index dari Ramp, perusahaan fintech pengelola pengeluaran korporasi, pelaku bisnis disebut 70 persen lebih cenderung memilih layanan Anthropic dibanding OpenAI saat pertama kali memutuskan membeli layanan AI.

Selain perekrutan, OpenAI juga memperluas jangkauan pasar. Pada Februari lalu, perusahaan dilaporkan mengamankan kontrak dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD). Di sektor swasta, Reuters menyebut OpenAI berada dalam pembicaraan tahap lanjut dengan Brookfield Asset Management untuk mengimplementasikan alat AI OpenAI di seluruh portofolio perusahaan di bawah naungan firma tersebut.

Di tengah langkah ekspansi itu, penghentian Sora menandai perubahan prioritas OpenAI, dari produk konsumen yang sempat viral ke fokus riset dan layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan komputasi, robotika, serta pasar profesional dan enterprise.