OpenAI merilis fitur pembuatan gambar baru di ChatGPT bernama ChatGPT Images 2.0 pada Selasa (21/4/2026). Pembaruan ini disebut menjadi lompatan signifikan dibanding versi sebelumnya, ChatGPT Images 1.5 yang dirilis pada Desember 2025.
Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyatakan model terbaru ini mampu menghasilkan detail dan akurasi yang lebih tinggi. ChatGPT Images 2.0 dinilai lebih baik dalam mengikuti instruksi, menjaga detail, serta merender elemen kecil seperti teks dan ikon, termasuk untuk komposisi visual yang kompleks. OpenAI juga menyebut hasil gambar dapat dibuat hingga resolusi 2K.
Salah satu kemampuan baru yang ditonjolkan adalah fitur “Thinking”. Dengan kemampuan ini, ChatGPT Images 2.0 tidak hanya menggambar berdasarkan perintah, tetapi juga menganalisis, merencanakan, dan menyusun struktur visual sebelum menghasilkan gambar. Menurut OpenAI, pendekatan tersebut membuat hasil yang dihasilkan lebih kompleks dan kontekstual.
OpenAI menyebut kemampuan ini membuka peluang pembuatan beragam konten visual yang sebelumnya sulit dicapai oleh AI gambar. Pengguna dapat membuat infografik lengkap, slide presentasi, peta, hingga komik manga dengan beberapa panel sekaligus dalam satu perintah. Model ini juga diklaim mampu menghasilkan hingga delapan gambar sekaligus dengan karakter dan gaya yang konsisten.
Meski demikian, OpenAI mencatat basis pengetahuan model ini masih terbatas hingga Desember 2025. Artinya, untuk permintaan yang berkaitan dengan peristiwa terbaru, hasil yang dihasilkan berpotensi tidak sepenuhnya akurat.
Peningkatan lain yang disorot adalah kemampuan menampilkan teks di dalam gambar. Jika pada generasi sebelumnya teks kerap terlihat acak atau sulit dibaca, OpenAI menyebut ChatGPT Images 2.0 dapat menghasilkan tipografi yang lebih rapi dan jelas, termasuk pada desain yang kompleks seperti poster atau diagram ilmiah.
Selain itu, model ini diklaim mendukung berbagai bahasa dengan lebih akurat, termasuk karakter non-Latin seperti Jepang, Korea, China, serta Hindi dan Bengali.