BERITA TERKINI
OpenAI Perkenalkan GPT-5.4-Cyber, Model AI yang Difokuskan untuk Keamanan Siber

OpenAI Perkenalkan GPT-5.4-Cyber, Model AI yang Difokuskan untuk Keamanan Siber

OpenAI memperkenalkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama GPT-5.4-Cyber pada Selasa (14/4/2025). Model ini disebut sebagai AI flagship yang dirancang khusus untuk kebutuhan keamanan siber.

Dalam pengumuman di blog resminya, OpenAI menjelaskan GPT-5.4-Cyber ditujukan untuk membantu para profesional keamanan siber dalam mendeteksi dan menganalisis potensi kerentanan pada sistem. Model ini juga diposisikan sebagai pesaing langsung Mythos, model AI dari Anthropic yang diluncurkan pekan sebelumnya.

OpenAI menyatakan GPT-5.4-Cyber merupakan versi GPT-5.4 yang telah diolah lebih lanjut (fine-tuned) agar lebih andal, gesit, dan responsif dalam menjalankan tugas-tugas terkait keamanan siber.

Salah satu kemampuan yang disorot adalah Binary Reverse Engineering, yakni teknik untuk menganalisis perangkat lunak dalam bentuk file jadi (compiled). Dengan kemampuan ini, model dapat membantu mengidentifikasi potensi malware atau celah keamanan dari suatu produk atau layanan tanpa perlu mengakses kode sumbernya.

Meski dinilai canggih, OpenAI juga menekankan bahwa model ini bersifat sensitif dan berpotensi disalahgunakan, misalnya untuk membobol sistem. Karena itu, akses awal GPT-5.4-Cyber saat ini dibatasi untuk vendor keamanan siber, organisasi, serta peneliti yang telah diverifikasi. OpenAI belum menyampaikan apakah model tersebut akan tersedia secara luas untuk publik.

Bersamaan dengan peluncuran GPT-5.4-Cyber, OpenAI turut memperluas program Trusted Access for Cyber (TAC) yang diperkenalkan pada Februari 2026. Melalui program ini, OpenAI menargetkan ribuan individu dan ratusan tim yang bertanggung jawab melindungi perangkat lunak penting agar dapat mengakses teknologi AI secara bertahap.

Program TAC kini memiliki beberapa tingkatan. Pengguna yang mencapai tingkat tertinggi disebut akan memperoleh akses ke GPT-5.4-Cyber, termasuk kemampuan yang lebih luas untuk menangani tugas sensitif seperti analisis kerentanan. Untuk mendapatkan akses, pengguna individu harus melalui proses verifikasi identitas, sementara perusahaan dapat mengajukan permohonan melalui perwakilan OpenAI.