BERITA TERKINI
OpenAI Dilaporkan Siapkan Superapp Desktop yang Satukan ChatGPT, Codex, dan Browser Atlas

OpenAI Dilaporkan Siapkan Superapp Desktop yang Satukan ChatGPT, Codex, dan Browser Atlas

OpenAI dilaporkan tengah merancang sebuah aplikasi super (superapp) untuk desktop yang akan menyatukan sejumlah layanan utamanya dalam satu platform. Aplikasi ini disebut akan menggabungkan ChatGPT, Codex, hingga browser Atlas, dengan tujuan menyederhanakan pengalaman pengguna dan memudahkan aktivitas dalam satu aplikasi.

Laporan ini, yang mengacu pada pemberitaan The Wall Street Journal dan dikutip PC Mag, menyebut rencana tersebut telah dikonfirmasi oleh OpenAI. Pengawasan perubahan ini disebut akan berada di bawah CEO aplikasi OpenAI, Fidji Simo.

Melalui unggahan di X, Fidji Simo menyatakan OpenAI sedang memasuki fase “refocus” setelah periode eksplorasi. Ia menilai kedua fase tersebut krusial, terlebih setelah Codex mendapat respons positif. OpenAI disebut tidak ingin kehilangan momentum untuk mengembangkan layanan tersebut lebih optimal.

Untuk pengguna perangkat seluler, juru bicara OpenAI menyatakan aplikasi mobile ChatGPT tidak akan berubah. Namun, belum ada kepastian apakah OpenAI akan meluncurkan aplikasi mobile mandiri lainnya di masa mendatang.

Keputusan menyiapkan superapp ini disebut muncul beberapa hari setelah Fidji Simo menekankan pentingnya OpenAI kembali fokus pada alat bisnis dan produktivitas. Ia juga menyebut perusahaan perlu mengurangi tugas sampingan agar tetap kompetitif, di tengah persaingan chatbot yang semakin ketat. Dengan menyatukan berbagai fitur dalam satu aplikasi, OpenAI dinilai ingin memperkuat layanannya sekaligus mempermudah akses pengguna ke beberapa layanan sekaligus.

Di sisi lain, OpenAI baru merilis GPT-5.4 pada awal Maret 2026. Perusahaan menyebut model ini dirancang untuk kebutuhan profesional, seperti pemrograman dan analisis data. Mengutip Engadget, OpenAI kemudian meluncurkan GPT-5.4 mini dan nano.

GPT-5.4 mini disebut sudah tersedia bagi pengguna Free dan Go, serta diklaim memiliki performa yang mendekati GPT-5.4 pada sejumlah aspek. Pengguna Free atau Go dapat mengaksesnya dengan memilih opsi “Thinking” melalui menu plus di ChatGPT. Sementara bagi pengguna berbayar, model ini menjadi alternatif ketika mencapai batas penggunaan (rate limit) pada GPT-5.4 versi standar.

OpenAI menyatakan GPT-5.4 mini menawarkan peningkatan dibanding GPT-5.0 mini, terutama pada penalaran, pemahaman multimodal, dan penggunaan alat. Model ini juga diklaim lebih unggul dalam menganalisis input non-teks seperti gambar dan audio, memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menjalankan tugas termasuk pencarian web, serta mampu bekerja lebih dari dua kali lebih cepat dibanding pendahulunya.

Sementara itu, GPT-5.4 nano ditujukan untuk tugas seperti klasifikasi dan ekstraksi data yang memprioritaskan kecepatan dan efisiensi biaya. Namun, pengguna ChatGPT disebut tidak akan menemukan model ini secara langsung di dalam chatbot.

Sebelumnya, OpenAI juga memperkenalkan GPT-5.4 sebagai model yang disebut “paling mumpuni dan efisien” untuk pekerjaan profesional, kurang dari satu minggu setelah peluncuran GPT-5.3 Instant. Selain versi standar, GPT-5.4 hadir dalam dua varian penalaran, yakni GPT-5.4 Thinking, serta versi yang dioptimalkan untuk kinerja tinggi, GPT-5.4 Pro.

Untuk versi API, OpenAI menyatakan GPT-5.4 akan tersedia dengan jendela konteks hingga 1 juta token, yang disebut menjadi kapasitas terbesar yang pernah disediakan perusahaan. OpenAI juga menekankan efisiensi penggunaan token, dengan klaim model ini dapat menyelesaikan tugas yang sama menggunakan token lebih sedikit dibanding model sebelumnya.

Dari sisi performa, OpenAI menyebut GPT-5.4 mencatat peningkatan pada berbagai uji benchmark, termasuk meraih skor tertinggi pada tolok ukur penggunaan komputer OSWorld-Verified dan WebArena Verified. Model ini juga disebut memperoleh skor 83% pada tes GDPval milik OpenAI untuk mengukur kemampuan menyelesaikan tugas berbasis pengetahuan.