Awal 2026 ditandai dengan peluncuran sejumlah produk kecerdasan buatan (AI) yang berorientasi pada layanan kesehatan dari tiga perusahaan besar: OpenAI, Anthropic, dan Google. Meski fungsi dan target penggunanya berbeda, ketiganya bergerak pada ranah yang sama, yakni pemanfaatan AI untuk membantu pengolahan dan pemahaman data kesehatan.
Di tengah percepatan adopsi otomatisasi berbasis AI dalam industri kesehatan global, isu privasi data serta risiko kesalahan informasi masih menjadi sorotan. Berikut gambaran singkat perbedaan produk yang diperkenalkan masing-masing perusahaan.
ChatGPT Health dari OpenAI
Pada 7 Januari 2026, OpenAI memperkenalkan ChatGPT Health, fitur di dalam chatbot yang memungkinkan pengguna mengunggah catatan kesehatan dari aplikasi seperti Apple Health dan Function. Dari data tersebut, pengguna dapat menerima saran medis yang dipersonalisasi.
OpenAI menyatakan fitur ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan dokter dari berbagai negara untuk menyajikan informasi kesehatan yang jelas dan bermanfaat. Saat ini, ChatGPT Health masih dalam tahap uji coba untuk pengguna terbatas dan direncanakan rilis lebih luas di web serta iOS dalam beberapa pekan.
Claude for Healthcare dari Anthropic
Empat hari setelah pengumuman OpenAI, Anthropic meluncurkan Claude for Healthcare. Layanan ini memungkinkan pelanggan Pro dan Max di Amerika Serikat menghubungkan Claude dengan aplikasi kesehatan untuk mengunggah data medis pribadi.
Anthropic menyebut Claude dapat merangkum riwayat medis pengguna, menjelaskan hasil tes dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, mendeteksi pola pada metrik kebugaran dan kesehatan, serta membantu menyiapkan pertanyaan untuk janji temu medis.
Selain ditujukan bagi pasien, Claude for Healthcare juga menyediakan fitur untuk penyedia layanan dan perusahaan asuransi. Tenaga medis, misalnya, dapat memanfaatkan AI untuk mempercepat proses prior authorization, yaitu verifikasi cakupan biaya pengobatan oleh asuransi.
OpenAI dan Anthropic sama-sama menegaskan data kesehatan pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI mereka. Keduanya juga menyatakan fitur tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan layanan medis secara langsung.
MedGemma 1.5 dari Google
Pada 13 Januari 2026, Google mengumumkan MedGemma 1.5, model AI terbuka yang dirancang untuk membantu pengembang membangun aplikasi analisis teks dan citra medis.
Berbeda dengan ChatGPT Health dan Claude for Healthcare yang berorientasi pada penggunaan langsung oleh konsumen, MedGemma 1.5 bukan alat mandiri untuk pengguna umum. Model ini tersedia gratis melalui platform Hugging Face dan Vertex AI.
Tantangan: Halusinasi dan Privasi Data
Di balik manfaat yang dijanjikan, penggunaan chatbot AI di bidang kesehatan masih menghadapi tantangan serius. Salah satunya risiko halusinasi, ketika AI menyajikan informasi keliru atau mengarang. Risiko ini menjadi lebih krusial saat pengguna mendiskusikan persoalan kesehatan pribadi melalui chatbot.
OpenAI dan Anthropic telah mengingatkan bahwa fitur baru mereka sebaiknya dipakai sebagai pelengkap, bukan pengganti tenaga kesehatan.
Isu privasi data juga menjadi perhatian utama. Anthropic menyatakan pengguna memiliki kontrol penuh untuk menentukan data kesehatan apa yang dapat dibagikan, dengan fitur berbagi yang secara default berada dalam kondisi nonaktif. Sementara itu, OpenAI menyebut percakapan kesehatan di ChatGPT Health berada dalam ruang khusus, serta pengguna dapat melihat dan memodifikasi memori chatbot melalui tab kesehatan atau menu pengaturan.