BERITA TERKINI
Nvidia Umumkan Komitmen Bangun Jaringan 6G Berbasis AI, Uji Coba Ditargetkan 2028

Nvidia Umumkan Komitmen Bangun Jaringan 6G Berbasis AI, Uji Coba Ditargetkan 2028

Nvidia mengumumkan komitmen untuk membangun jaringan 6G berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disebut berpotensi mengubah cara internet bekerja. Pengumuman ini disampaikan menjelang ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona, forum telekomunikasi dunia.

Dalam inisiatif tersebut, Nvidia menggandeng sejumlah perusahaan telekomunikasi dan teknologi, antara lain Cisco Systems Inc., Deutsche Telekom AG, Nokia Corp., dan T-Mobile US Inc. Kolaborasi ini ditujukan untuk membangun platform 6G yang terbuka dan aman.

Nvidia memproyeksikan 6G menjadi tulang punggung era AI. Selain menawarkan kecepatan lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, 6G juga diperkirakan mendukung interaksi real-time antara jutaan mesin otonom, sensor, kendaraan, hingga robot dengan lingkungan dunia nyata.

CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan bahwa AI sedang mendefinisikan ulang komputasi dan mendorong pembangunan infrastruktur berskala besar, dengan telekomunikasi menjadi sektor berikutnya yang akan terdampak. Ia juga menegaskan Nvidia bersama koalisi global pemimpin industri membangun AI-RAN untuk mentransformasi jaringan telekomunikasi menjadi infrastruktur AI.

Teknologi yang diusung Nvidia adalah AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Networking), yakni arsitektur jaringan radio berbasis AI yang dapat terus berkembang melalui pembaruan perangkat lunak. Dengan pendekatan ini, jaringan disebut tidak lagi statis karena dapat mengoptimalkan kinerjanya secara otomatis.

Peralihan menuju 6G disebut akan berlangsung bertahap, dengan 5G Advanced menjadi jembatan. Uji coba awal diperkirakan dimulai pada 2028, sementara peluncuran komersial diproyeksikan sekitar 2030.

Di luar kerja sama global, Nvidia juga menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison bersama SoftBank untuk membawa AI-RAN dari tahap laboratorium menuju komersialisasi.

CEO T-Mobile Srini Gopalan menilai 6G akan memegang peran sentral di masa depan. Menurutnya, ketika 6G menjadi tulang punggung era AI, telekomunikasi akan berfungsi sebagai sistem saraf ekonomi digital yang memungkinkan sistem otonom dan industri cerdas dalam skala besar, sekaligus membuka nilai baru bagi pelanggan dan pelaku usaha.