Perwakilan Yayasan Nasional untuk Pengembangan Sains dan Teknologi (NAFOSTED) menghadiri lokakarya bertajuk “Mekanisme Pendanaan Penelitian dan Peningkatan Sinergi untuk Kemajuan Litbang Nasional dan Regional” yang digelar Kementerian Perindustrian, Sains, Teknologi dan Inovasi Kamboja (MISTI) di Phnom Penh pada 27–28 Maret 2026.
Forum tersebut mempertemukan pimpinan tingkat tinggi dari negara tuan rumah, perwakilan lembaga pendanaan nasional dari Vietnam, Laos, Indonesia, dan Filipina, serta organisasi internasional seperti Asia Foundation dan IDRC Canada. Lokakarya ini menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai mekanisme pendanaan riset dan penguatan kapasitas tata kelola, sekaligus menandai pengakuan atas perubahan arah kebijakan di kawasan, ketika ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta transformasi digital semakin ditempatkan sebagai pusat strategi pertumbuhan di Asia Tenggara.
Pada hari pertama, NAFOSTED terlibat dalam diskusi meja bundar mengenai model tata kelola pendanaan. Dalam sesi tematik tentang mekanisme pendanaan, perwakilan Vietnam memaparkan pembentukan dana, aktivitas pendanaan, serta visi internasional NAFOSTED.
Sejumlah mitra regional turut menyoroti reformasi yang dilakukan Vietnam, termasuk pembaruan legislasi, struktur organisasi, mekanisme pengawasan yang transparan, serta penerapan sistem tata kelola digital. Perwakilan dari Kamboja, Laos, Indonesia, dan Filipina menyampaikan apresiasi atas upaya NAFOSTED dalam mengoptimalkan efektivitas investasi publik di bidang penelitian dan pengembangan.
Memasuki hari kedua, NAFOSTED menyampaikan inisiatif berorientasi solusi untuk mengatasi hambatan kerja sama ilmiah intra-ASEAN, termasuk isu keterhubungan antarpelaku riset. Yayasan mengusulkan kerja sama pendanaan penelitian secara bilateral dan multilateral, serta peningkatan kapasitas dengan Indonesia, Laos, Kamboja, dan Filipina.
NAFOSTED juga berbagi pengalaman dalam pengorganisasian jaringan ahli di dalam dan luar negeri, serta merekomendasikan pembentukan jaringan rujukan ahli tingkat regional untuk memperkuat sinergi komunitas ilmiah ASEAN. Selain itu, yayasan menjajaki kemungkinan dukungan langsung bagi lembaga pendanaan nasional di Laos dan Kamboja melalui berbagi keahlian profesional dan pelatihan personel manajemen khusus.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, perwakilan lembaga pendanaan nasional dari Vietnam, Laos, dan Indonesia bersama para ahli regional juga mengikuti diskusi meja bundar terkait isu pendanaan dan dukungan penelitian.
Selama kunjungan kerja, NAFOSTED bertemu dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia (BRIN). Dalam pertemuan itu, BRIN membahas dan mengusulkan penguatan kerja sama pendanaan bersama secara bilateral dengan NAFOSTED, dengan rencana awal mencakup sembilan proyek per tahun pada tiga tema yang akan disepakati bersama. Pembahasan lebih rinci mengenai realisasi gagasan tersebut direncanakan dilakukan setelah kunjungan.
Partisipasi NAFOSTED dalam lokakarya ini sekaligus menegaskan dorongan untuk memperluas mekanisme pendanaan bersama dan memperkuat kerja sama riset regional di Asia Tenggara.