MyRepublic, penyedia layanan fiber broadband dan pay-TV di bawah PT Eka Mas Republik (anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk), bekerja sama dengan ZTE Corporation untuk memulai proyek internet 5G Fixed Wireless Access (FWA) berkecepatan 100 Mbps.
Proyek bernama Ascend tersebut akan memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz yang dimenangi MyRepublic melalui proses lelang yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi). Dalam lelang itu, MyRepublic menjadi pemenang untuk Regional II dan Regional III.
Dalam kemitraan ini, ZTE akan menghadirkan solusi jaringan end-to-end yang mencakup Radio Access Network (RAN), Customer Premises Equipment (CPE), jaringan inti (core network), wireless backhaul, serta sistem kelistrikan. Pendekatan terintegrasi ini disebut memungkinkan MyRepublic mempercepat implementasi, sekaligus menyiapkan jaringan yang skalabel dan efisien untuk mendukung pertumbuhan lalu lintas data di masa depan.
Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menyatakan inisiatif tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pembangunan nasional yang inklusif. “Broadband bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan infrastruktur esensial untuk mendukung peluang ekonomi, pendidikan, dan inklusi sosial,” ujarnya, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Sementara itu, President Director ZTE Indonesia Richard Liang menilai kemitraan ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat inovasi dan memperluas infrastruktur digital berkualitas tinggi di Indonesia. “Dengan mengombinasikan jangkauan pasar MyRepublic Indonesia dan keahlian teknologi global ZTE, kemitraan ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem broadband yang lebih tangguh dan inklusif,” kata Richard.
Adapun cakupan wilayah yang digarap pada Regional II dan III meliputi berbagai daerah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. MyRepublic menyebut penyediaan internet terjangkau ditujukan untuk mendukung konektivitas yang inklusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital, termasuk menjangkau masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Kemitraan tersebut juga diarahkan untuk mempercepat perluasan layanan broadband nirkabel berkecepatan tinggi ke wilayah di luar pusat perkotaan. Sejalan dengan agenda transformasi digital nasional, akses internet yang andal dinilai penting untuk mendukung pendidikan, layanan keuangan, kesehatan, UMKM, serta layanan publik lainnya.
MyRepublic menilai perluasan dan penguatan infrastruktur broadband di wilayah tertinggal dan terpencil menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan akses digital yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia. Karakteristik teknis spektrum 1,4 GHz disebut memungkinkan penyediaan layanan broadband yang efisien di wilayah dengan kepadatan menengah hingga rendah, sekaligus melengkapi infrastruktur yang telah ada.