BERITA TERKINI
MyRepublic Dorong Pemerataan Internet Lewat Kombinasi FTTH dan FWA

MyRepublic Dorong Pemerataan Internet Lewat Kombinasi FTTH dan FWA

MyRepublic Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia dengan mengombinasikan teknologi Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Perusahaan menilai sinergi kedua teknologi itu penting untuk menjembatani kesenjangan digital di wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam.

Pernyataan tersebut disampaikan Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, dalam seminar Institut Teknologi Bandung (ITB) bertajuk “FTTH, FWA & Mobile Broadband: Strategi Manakah yang Terbaik untuk Mempercepat Pemerataan Akses Digital Indonesia”. Hendra menekankan bahwa FTTH dan FWA tidak saling menggantikan, melainkan saling menguatkan.

Menurut Hendra, pemilihan teknologi perlu disesuaikan dengan kondisi infrastruktur dan kepadatan penduduk di suatu wilayah. Ia menyebut setiap teknologi memiliki tantangan berbeda yang perlu dikelola agar penerapannya efisien.

“FTTH dan FWA memiliki karakteristik tantangan yang berbeda, mulai dari kebutuhan investasi dan kompleksitas pembangunan pada FTTH, hingga keterbatasan spektrum dan kualitas layanan pada FWA,” ujar Hendra.

Dalam strategi operasionalnya, MyRepublic menerapkan segmentasi wilayah. FTTH diprioritaskan untuk kawasan padat penduduk yang membutuhkan kapasitas data besar, sementara FWA diarahkan untuk memperluas penetrasi di wilayah semi-urban yang dinilai sulit dijangkau kabel optik dalam waktu cepat.

Meski FWA menawarkan fleksibilitas jangkauan, MyRepublic tetap memposisikan FTTH sebagai fondasi utama layanan broadband. Hendra menilai kapasitas besar dan stabilitas tinggi membuat fiber optik menjadi standar layanan internet berkualitas bagi konsumen residensial.

“Perkembangan FTTH dan FWA tidak mengarah pada substitusi, tetapi saling melengkapi. FWA membuka peluang pasar baru, sementara FTTH tetap menjadi backbone utama,” katanya. Ia menambahkan, dinamika harga FWA di pasar saat ini tidak mengganggu stabilitas layanan FTTH, namun tetap menjadi indikator bagi industri dalam membentuk ekspektasi harga ke depan.

Hendra juga menyoroti pentingnya layanan berbasis fiber optik murni untuk mendukung aktivitas digital masyarakat. “Layanan FTTH MyRepublic menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan koneksi internet berkualitas tinggi dan konsisten, baik untuk produktivitas maupun hiburan,” ujarnya.

Selain aspek teknologi, Hendra menilai dukungan regulasi pemerintah turut menentukan keberhasilan pemerataan akses digital. Ia optimistis kolaborasi antara penyedia layanan dan regulator dapat memperluas akses internet yang terjangkau bagi lebih banyak masyarakat.

“Dengan pendekatan berbasis kebutuhan pelanggan dan kondisi wilayah, kami optimistis dapat menghadirkan konektivitas yang lebih merata, berkualitas, dan terjangkau,” tandasnya.

Ia menutup dengan menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam pengembangan jaringan yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung percepatan pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.

Upaya pemerataan internet dinilai berdampak bagi kepentingan publik, terutama dalam mendukung transformasi ekonomi digital di daerah yang sebelumnya minim akses informasi. Akses broadband yang stabil disebut dapat membantu pelaku UMKM, pelajar, dan pekerja profesional di wilayah semi-urban tetap produktif tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur komunikasi.