Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Riset dan Inovasi Daerah Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung Kusnoto BRIN, Bogor, Kamis (7/5/2026).
Forum tersebut menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk menjalankan pembangunan berbasis data yang valid dan terukur. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, yang mewakili Bupati Sukabumi, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Ade menekankan bahwa riset perlu diarahkan menjadi solusi nyata atas persoalan masyarakat, bukan sekadar pelengkap administratif.
Ade juga menyampaikan bahwa capaian Kabupaten Sukabumi meraih penghargaan BRIDA/Bapperida Optimal Tahun 2025 dari BRIN menjadi dorongan untuk memperkuat agenda riset dan inovasi daerah.
Dalam kesempatan itu, Ade memaparkan lima agenda krusial yang dinilai memerlukan dukungan riset inovatif, yakni pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial; transformasi spasial dan tata lingkungan; hilirisasi agromaritim dan industri; konservasi dan pariwisata; serta penguatan kapasitas inovasi sosial.
Menurut Ade, penyelesaian agenda-agenda tersebut tidak dapat mengandalkan pendekatan konvensional. Ia menekankan pentingnya orkestrasi pentahelix serta kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat sebagai komitmen bersama. Di akhir sambutannya, Ade berharap Musrenbang ini menjadi momentum memperkuat jejaring, memperluas kemitraan, dan menumbuhkan budaya kolaborasi untuk mendukung visi pembangunan Kabupaten Sukabumi menuju Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi, Toha Wildan Athoilah, menjelaskan bahwa pemilihan Kantor BRIN sebagai lokasi Musrenbang menjadi simbol sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BRIN. Ia menyebut Kabupaten Sukabumi kini menjadi salah satu lokus utama pelaksanaan riset nasional oleh BRIN.
Toha menyatakan penyelenggaraan Musrenbang riset dan inovasi di Kantor BRIN merupakan bentuk dukungan BRIN untuk Kabupaten Sukabumi. Ia juga menjelaskan mayoritas peserta berasal dari perguruan tinggi, karena kalangan akademisi dinilai akan berperan dalam pelaksanaan riset-riset ke depan.
Selain akademisi, Musrenbang turut melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat serta perangkat daerah Kabupaten Sukabumi yang membidangi sektor prioritas riset, antara lain pertanian, perikanan, lingkungan hidup, kebencanaan, hingga UMKM.