BERITA TERKINI
Meta Kembangkan Agen AI untuk Bantu Zuckerberg Ambil Keputusan dan Pangkas Birokrasi

Meta Kembangkan Agen AI untuk Bantu Zuckerberg Ambil Keputusan dan Pangkas Birokrasi

CEO Meta Mark Zuckerberg dilaporkan tengah mengembangkan agen kecerdasan buatan (AI agent) pribadi untuk membantu menjalankan perusahaan. Sistem ini tidak diposisikan sebagai asisten digital biasa, melainkan dirancang mengambil peran layaknya “chief of staff” yang membantu mengakses informasi, menganalisis data, dan mempercepat pengambilan keputusan.

Menurut laporan The Wall Street Journal, agen AI tersebut masih dalam tahap pengembangan. Meski demikian, teknologi itu disebut sudah mulai dipakai secara internal untuk mempercepat pencarian informasi. Dengan pendekatan ini, Zuckerberg dinilai tidak perlu melalui banyak lapisan manajemen atau birokrasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, karena agen AI dapat mengambil dan menyajikan informasi secara instan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Meta—induk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Threads—untuk meningkatkan efisiensi kerja di organisasi yang besar, dengan jumlah karyawan yang diperkirakan mendekati 79.000 orang secara global. Di internal perusahaan, Meta juga dilaporkan mendorong penggunaan teknologi AI berbasis agen, termasuk melalui berbagai alat seperti MyClaw dan Second Brain yang dipakai karyawan untuk mengakses dokumen hingga berkolaborasi.

Zuckerberg sebelumnya juga memberi sinyal bahwa AI akan mengubah cara kerja Meta secara signifikan. Ia menyebut 2026 sebagai titik ketika AI mulai berdampak besar terhadap operasional perusahaan, termasuk kemungkinan perubahan struktur organisasi. Salah satu arah yang disebut adalah membuat struktur lebih ramping dengan mengurangi lapisan manajemen dan memberi lebih banyak peran pada individu, dengan dukungan sistem AI.

Dalam konteks ini, pengembangan agen AI di level pimpinan dapat dibaca sebagai upaya memangkas birokrasi dan mempercepat alur kerja, terutama pada pengambilan keputusan. Namun, langkah tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai masa depan pekerjaan, termasuk pada level manajemen, seiring munculnya pandangan bahwa AI tidak hanya menyasar pekerjaan entry-level, tetapi juga mulai merambah peran strategis.

Meski begitu, untuk saat ini agen AI tersebut disebut masih berfungsi sebagai pendamping, bukan pengganti. Keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

Pengembangan ini berjalan beriringan dengan upaya efisiensi. Meta dilaporkan mempertimbangkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 20 persen atau lebih, seiring meningkatnya pengeluaran untuk infrastruktur AI.

Di sisi lain, Meta juga disebut gencar mengakuisisi perusahaan AI. Salah satunya adalah Moltbook, platform yang sempat viral dan mengklaim diri sebagai “media sosial untuk agen AI”, tempat agen-agen AI berkomunikasi satu sama lain. Menurut juru bicara Meta, Moltbook kini bergabung dengan Meta Superintelligence Labs (MSL), divisi khusus AI di induk Instagram.

“Bergabungnya tim Moltbook ke MSL membuka jalan baru bagi agen AI untuk bekerja bagi masyarakat dan bisnis. Pendekatan mereka untuk menghubungkan agen melalui direktori yang selalu aktif merupakan langkah baru dalam bidang yang berkembang pesat,” kata juru bicara Meta. Meski demikian, rincian pembelian Moltbook tidak diungkapkan, termasuk bagaimana bentuk integrasinya dengan Meta.

Moltbook disebut berjalan sepenuhnya oleh agen AI secara otonom, sementara manusia diposisikan sebagai pengamat. Platform ini digambarkan mirip forum daring ala Reddit dengan halaman utama berisi unggahan populer dari berbagai subkomunitas, tetapi seluruh konten dan interaksi dibuat oleh agen AI—mulai dari membuat unggahan, membalas komentar, memberi upvote, hingga membentuk subkomunitas tanpa campur tangan manusia.

Akses ke Moltbook dilakukan melalui sebuah “skill” berupa berkas konfigurasi berisi prompt khusus yang diunduh oleh agen AI. Melalui berkas tersebut, agen AI mengakses platform menggunakan API, bukan lewat antarmuka web seperti pengguna manusia. Moltbook juga disebut tumbuh dari ekosistem OpenClaw, asisten AI berbasis open-source yang memungkinkan pengguna menjalankan agen AI personal untuk mengelola kalender, mengirim pesan, hingga mengendalikan komputer.