BERITA TERKINI
Meta Hentikan Horizon Worlds, Alihkan Fokus Investasi Besar dari Metaverse ke AI

Meta Hentikan Horizon Worlds, Alihkan Fokus Investasi Besar dari Metaverse ke AI

Meta Platforms dikabarkan resmi menghentikan platform virtual reality (VR) mereka, Horizon Worlds, setelah beberapa tahun menggelontorkan investasi besar untuk membangun ekosistem metaverse. Keputusan ini menandai perubahan arah strategi perusahaan, dari ambisi membangun dunia virtual menuju fokus yang lebih besar pada pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Sejak diperkenalkan, Horizon Worlds diposisikan sebagai ruang virtual tempat pengguna dapat bekerja, bermain, dan bersosialisasi melalui avatar dalam lingkungan VR. Platform tersebut menjadi bagian dari visi Meta untuk menghadirkan metaverse, yakni ruang digital yang menggabungkan realitas fisik dan virtual.

Namun, dalam praktiknya, Horizon Worlds disebut tidak berhasil menarik minat pengguna secara luas. Adopsinya dinilai berjalan lambat dan belum mencapai skala massal. Sejumlah pengguna juga menilai pengalaman yang ditawarkan masih terbatas, baik dari sisi teknologi, ketersediaan konten, maupun kenyamanan penggunaan.

Performa yang tidak sesuai harapan itu berdampak pada kondisi keuangan Meta, khususnya di divisi Reality Labs yang menangani pengembangan VR dan metaverse. Divisi tersebut dilaporkan mencatat kerugian sebesar 19,2 miliar dolar AS pada 2025. Sementara itu, sejak 2020, total investasi Meta di sektor metaverse disebut mencapai hampir 80 miliar dolar AS, atau setara lebih dari Rp1.200 triliun.

Dampak lain juga dilaporkan menyentuh sumber daya manusia. Lebih dari 1.000 karyawan disebut terdampak pemutusan hubungan kerja, dan sejumlah studio game VR yang sebelumnya didukung Meta turut ditutup.

Di tengah tekanan tersebut, Meta disebut mengalihkan fokus investasinya ke AI. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu dilaporkan menyiapkan anggaran hingga 135 miliar dolar AS untuk 2026, dengan porsi besar diarahkan untuk pembangunan infrastruktur AI.

Perubahan strategi ini menunjukkan pergeseran prioritas yang signifikan. Jika sebelumnya Meta mendorong metaverse sebagai gambaran masa depan internet, kini AI dinilai menawarkan peluang yang lebih menjanjikan dalam waktu dekat. AI dipandang memiliki cakupan penggunaan yang luas, mulai dari pengembangan produk digital, efisiensi operasional, hingga peningkatan pengalaman pengguna di berbagai platform.

Peralihan ke AI juga sejalan dengan tren global ketika perusahaan-perusahaan teknologi berlomba mengembangkan sistem AI yang lebih canggih, termasuk generative AI, machine learning, dan otomatisasi. Meta sendiri disebut telah mulai mengintegrasikan AI ke dalam berbagai produknya, seperti layanan media sosial dan platform digital lainnya.

Keputusan menghentikan Horizon Worlds turut menjadi catatan tentang tantangan adopsi teknologi baru. Metaverse sempat dianggap sebagai masa depan internet, namun realitas menunjukkan keberhasilan inovasi sangat dipengaruhi kesiapan teknologi, kebutuhan pasar, serta kualitas pengalaman pengguna. Dalam konteks ini, investasi besar tidak otomatis berujung pada penerimaan luas jika produk belum menjawab kebutuhan pengguna.

Dengan mengalihkan fokus ke AI, Meta memasuki fase baru transformasi bisnisnya. Meski metaverse disebut belum sepenuhnya hilang dari visi jangka panjang, arah prioritas perusahaan saat ini dilaporkan telah bergeser, dengan AI menjadi tumpuan utama dalam strategi pengembangan ke depan.