Ketergantungan pada internet dan jaringan seluler membuat komunikasi rentan terganggu ketika layanan tidak tersedia. Kondisi semacam ini dapat terjadi saat bencana alam, perjalanan ke wilayah terpencil, atau ketika terjadi gangguan jaringan dalam skala luas.
Untuk menjawab kebutuhan komunikasi di situasi tersebut, Seeed Studio memperkenalkan MeshCore Starter Kit, perangkat komunikasi yang dirancang agar pengguna dapat membangun jaringan sendiri tanpa bergantung pada operator seluler. Perangkat ini memanfaatkan teknologi LoRa, sistem komunikasi nirkabel jarak jauh dengan konsumsi daya rendah yang memungkinkan perangkat saling terhubung dalam jarak beberapa kilometer tanpa akses internet.
Dalam penerapannya, MeshCore Starter Kit ditujukan untuk berbagai skenario, seperti kegiatan luar ruang (hiking dan camping) hingga kebutuhan darurat saat bencana. Mengusung konsep mesh network, setiap perangkat dapat berperan sebagai penghubung bagi perangkat lain, sehingga jaringan tetap dapat berjalan meski tanpa infrastruktur komunikasi konvensional.
Paket MeshCore Starter Kit terdiri dari dua perangkat yang saling melengkapi. Pertama, Wio Tracker L1 Pro sebagai perangkat utama yang dibawa pengguna. Tracker ini memiliki layar 1,3 inci dan disebut mampu mengirimkan lokasi secara real-time. Jangkauannya hingga 5 mil atau sekitar 8 kilometer, sehingga dapat membantu pelacakan posisi di area tanpa sinyal.
Kedua, SenseCAP Solar Node P1-Pro yang berfungsi sebagai repeater atau penguat sinyal. Node ini menggunakan tenaga surya dan baterai internal, sehingga dapat ditempatkan di titik strategis seperti perbukitan atau jalur pendakian. Jangkauannya mencapai 6 mil dan dapat dihubungkan dengan node lain untuk memperluas cakupan jaringan.
Sejumlah fitur menjadi andalan perangkat ini, termasuk tombol darurat pada tracker yang memungkinkan pengguna mengirim lokasi secara cepat. Fitur tersebut dinilai penting untuk kondisi genting, misalnya saat tersesat atau mengalami kecelakaan di area terpencil. Selain itu, sistem ini juga mendukung komunikasi berbasis pesan teks dengan bantuan smartphone dan aplikasi pendukung, meski tidak dirancang untuk kebutuhan multimedia.
Dari sisi keunggulan, kemampuan beroperasi tanpa jaringan seluler menjadi nilai utama MeshCore Starter Kit, terutama untuk wilayah yang belum terjangkau sinyal atau ketika jaringan mengalami gangguan. Konsumsi daya yang rendah serta dukungan panel surya pada node juga membuatnya lebih efisien untuk penggunaan jangka panjang. Fleksibilitas membangun jaringan yang bisa diperluas turut menjadi poin tambahan.
Namun, perangkat ini memiliki keterbatasan. Kecepatan transfer data yang rendah membuatnya kurang cocok untuk komunikasi berat seperti panggilan video atau streaming. Pengguna juga perlu melakukan pengaturan awal agar jaringan dapat berjalan optimal.
Dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana dan masih memiliki banyak area dengan keterbatasan jaringan, perangkat komunikasi mandiri semacam ini berpotensi menjadi alternatif untuk menjaga komunikasi tetap berjalan ketika akses seluler tidak tersedia.