BERITA TERKINI
Menkomdigi Ingatkan Risiko Kecanduan Gadget pada Pelajar, Tekankan Pentingnya Kesadaran Digital

Menkomdigi Ingatkan Risiko Kecanduan Gadget pada Pelajar, Tekankan Pentingnya Kesadaran Digital

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyoroti tingginya penggunaan internet dan media sosial di kalangan pelajar yang dinilai berpotensi memicu kecanduan digital pada anak. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran digital sejak dini agar anak mampu menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Pernyataan itu disampaikan Meutya saat kegiatan Sahabat Tunas NTB di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Athfal Rebila, Lombok, Selasa (5/5). Dalam kesempatan tersebut, Meutya berdialog langsung dengan para siswa mengenai kebiasaan mereka menggunakan internet, media sosial, hingga bermain game online.

Dari dialog itu terungkap banyak pelajar menghabiskan waktu lebih dari tiga jam setiap hari di dunia digital. Meutya menilai, kesadaran diri menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi dampak negatif penggunaan teknologi secara berlebihan.

“Yang paling kuat adalah kesadaran diri, bukan sekadar pengawasan. Begitu kamu paham sesuatu merugikan masa depanmu, kamu sendiri yang harus berhenti,” ujar Meutya.

Ia mengingatkan, penggunaan gadget dan teknologi yang berlebihan dapat berdampak pada menurunnya prestasi belajar, terganggunya hubungan sosial dengan keluarga, hingga memicu masalah kesehatan mental pada anak dan remaja.

Untuk memperkuat perlindungan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas. Aturan ini mengatur pembatasan akses anak terhadap platform digital tertentu berdasarkan usia dan tingkat risiko.

Meutya menyebut kebijakan tersebut disusun berdasarkan kajian ilmiah dari berbagai ahli psikologi dan kesehatan, serta mempertimbangkan praktik perlindungan anak di sejumlah negara. “Ini langkah perlindungan agar anak-anak Indonesia tumbuh lebih siap dan mampu bersaing di era digital,” tegasnya.

Selain aspek perlindungan digital, pemerintah juga memastikan percepatan pemerataan akses internet berkualitas, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat yang masih memiliki keterbatasan konektivitas. Pemerintah berharap literasi digital sejak dini dapat membantu membentuk generasi muda yang tidak hanya aktif menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko serta tanggung jawab di ruang digital.