SURABAYA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi mempercepat pengembangan dan hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan langsung oleh industri serta mendukung program prioritas nasional pemerintah.
Permintaan itu disampaikan Brian saat meninjau berbagai hasil riset dan inovasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (8/5/2026). Ia menekankan, karya-karya kampus tidak seharusnya berhenti pada penelitian, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan dunia usaha.
“Perguruan tinggi memiliki karya-karya hasil penelitian, hasil tugas akhir mahasiswa, penelitian dosennya, karya-karya inovasi dari para guru besar dan lain-lain itu diharapkan bisa mendukung program-program prioritas nasional yang telah dicanangkan Presiden,” kata Brian.
Brian menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto meminta kampus menyelaraskan visi pengembangan riset dengan target-target nasional. Menurutnya, penyelarasan tersebut penting agar penelitian di perguruan tinggi tidak berjalan terpisah dari kebutuhan pemerintah maupun industri.
Ia juga mendorong keterlibatan industri dengan mengajak pelaku usaha datang ke kampus, sembari mempercepat riset-riset di perguruan tinggi agar selaras dengan program pemerintah, baik di BUMN, kementerian, maupun sektor industri.
Dalam kunjungan ke ITS, Brian meninjau sejumlah inovasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan nasional, di antaranya kendaraan listrik, traktor pertanian, hingga alat bantu panen kelapa. Ia berharap inovasi tersebut dapat lebih diselaraskan sehingga segera dapat digunakan.
“Nah itu diharapkan sekarang lebih di-inline-kan sehingga area-area ini bisa segera digunakan. Hampir di semua negara industri maju memang ditopang oleh riset-riset yang kuat di perguruan tinggi,” ujarnya.
Brian menambahkan, pemerintah akan terus mendorong riset-riset strategis yang mendukung kemandirian pangan dan energi nasional karena keduanya membutuhkan basis teknologi yang kuat.
Sementara itu, Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, M.Sc.Eng. mengatakan ITS terus berupaya mempercepat hilirisasi inovasi agar hasil riset bisa dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dan industri. Ia menyebut ITS mendapat pesan agar inovasi kampus selaras dengan program pemerintah sehingga hasilnya benar-benar dibutuhkan.
Namun, Bambang mengakui proses hilirisasi masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterlibatan industri dan dukungan kebijakan pemerintah. “Proses hilirisasi itu bukan sesuatu yang mudah. Banyak produk inovasi yang kami hasilkan, tetapi proses hilirisasinya belum semudah yang kami harapkan,” katanya.
Menurut Bambang, saat ini belum sampai 25 persen produk inovasi ITS yang berhasil dihilirisasikan secara optimal. Meski demikian, beberapa produk telah dimanfaatkan masyarakat, seperti kendaraan listrik ITS dan teknologi kelistrikan kapal.
Ia berharap hilirisasi inovasi dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi ITS sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH). “Kami ingin ke depan ITS menjadi entrepreneurial university yang mampu mendapatkan revenue generation dari non-UKT dan non-APBN melalui komersialisasi produk inovasi,” tuturnya.