Surabaya—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto mengapresiasi inovasi yang dikembangkan dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Apresiasi itu disampaikan saat ia menghadiri agenda “Bincang Pagi” di At-Tauhid Tower Umsura, Sabtu, 9 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Brian meninjau puluhan produk inovasi yang dipamerkan melalui Center for Impactful Innovation (CII). Produk yang ditampilkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknik, hingga teknologi tepat guna.
Brian menegaskan pentingnya riset kampus yang selaras dengan kebutuhan daerah dan masyarakat agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara nyata. “Riset dan inovasi kampus perlu disesuaikan dengan kebutuhan di daerah masing-masing agar benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa anggaran riset nasional mengalami penurunan. Menurut Brian, persaingan pendanaan riset menjadi lebih ketat karena jumlah pendaftar meningkat signifikan. “Dana riset sebenarnya tidak turun. Yang daftar naik tiga sampai empat kali lipat sehingga persaingannya lebih ketat,” katanya.
Selain penguatan riset, Brian menyinggung kebijakan penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dibatasi hingga 30 Juli. Ia menilai kebijakan itu membuka ruang lebih luas bagi perguruan tinggi swasta (PTS) untuk melanjutkan penerimaan mahasiswa hingga September atau awal Oktober.
Dalam kesempatan yang sama, Brian turut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah mandiri di lingkungan kampus sebagai bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi.
Sementara itu, Rektor Umsura Mundakir mengatakan inovasi yang dipamerkan merupakan implementasi konsep “Kampus Berdampak”. Menurutnya, riset di Umsura diarahkan agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. “Saya kira ini bagian dari perwujudan Kampus Berdampak. Kami mengarahkan riset-riset kampus untuk kebermanfaatan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang dikembangkan Umsura, kata Mundakir, adalah kerja sama pemanfaatan panel surya untuk rumah pompa air milik Pemerintah Kota Surabaya.
Mundakir menambahkan, Umsura juga terus mengembangkan program studi baru yang dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Ia menyebut hingga kini Umsura tidak pernah menutup program studi, melainkan melakukan pengembangan sesuai kebutuhan masyarakat. “Kampus harus terus adaptif agar bisa menjawab tantangan masa depan,” katanya.