Delegasi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mencatat prestasi di ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ULM itu membawa pulang empat medali, terdiri atas satu medali emas dan tiga medali perunggu.
Seluruh karya yang dipresentasikan berfokus pada pengembangan inovasi pangan dan kesehatan berkelanjutan. Inovasi yang diusung juga menonjolkan pemanfaatan potensi lokal Kalimantan, termasuk pendekatan yang memperhatikan aspek lingkungan.
Medali emas diraih melalui karya berjudul “SEED UP: Energy Gel from Cempedak Seed in Eco-Friendly Packaging” yang digagas Nurhayatus Syifa Kamilah dari program PSPPA ULM bersama Afifah Allisya. Karya ini memanfaatkan limbah biji cempedak yang diolah menjadi gel energi fungsional, dengan kemasan bioplastik yang disebut ramah lingkungan.
Sementara itu, tim S1 Farmasi yang terdiri dari Laila Mayangsari, Afifah Allisya, dan Ira Qadriah menyumbang dua medali perunggu lewat dua inovasi. Inovasi pertama bertajuk “BASUMANGAT”, yang menawarkan konsep terapi komplementer diabetes bagi masyarakat di kawasan lahan basah dengan memanfaatkan senyawa flavonoid dari tanaman balangeran.
Inovasi kedua dari tim yang sama berjudul “SANTAR”, berupa nano-pastilles atau gummy nano berbahan dasar daun kelakai. Produk ini dirancang sebagai upaya preventif untuk menekan angka stunting dalam kaitannya dengan visi Indonesia Emas 2045.
Satu medali perunggu lainnya diraih Nurhayatus Syifa Kamilah bersama Natalino Mahaka melalui karya “Development of a Herbal Nanospray Inhaler Based on Blumea balsamifera”. Inovasi ini memanfaatkan minyak atsiri dari daun balik angin sebagai terapi pendukung bagi penyintas kanker paru-paru, dengan pengembangan yang menggunakan pendekatan Green Technology serta dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Dalam laporan yang dilansir Merdeka.com, ajang 2nd ISC 2026 disebut sebagai kolaborasi antara ULM dan Universiti Putra Malaysia (UPM), sekaligus wadah pertukaran ide dan solusi antarmahasiswa. Pihak rektorat ULM juga menyampaikan apresiasi dan menyatakan komitmen untuk mendukung pendanaan riset mahasiswa, dengan harapan hasil penelitian dapat memberi manfaat lebih luas.