Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan inovasi cat ramah lingkungan berbasis limbah minyak jelantah dalam ajang BTN Housingpreuner 2025, sebuah kompetisi yang berfokus pada pengembangan ide bisnis dan solusi inovatif di bidang perumahan dan properti.
Kompetisi BTN Housingpreuner 2025 berlangsung sejak Desember 2025 hingga babak final pada Januari 2026. Grand Judging digelar di Menara BTN, kemudian dilanjutkan dengan pameran inovasi selama tiga hari di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa ITB mengangkat isu pencemaran lingkungan dan perubahan iklim yang dinilai semakin relevan dengan sektor perumahan. Mereka merancang cat berbahan dasar minyak jelantah, limbah yang kerap menjadi sumber pencemaran apabila tidak dikelola dengan baik.
Roihan, perwakilan tim, mengatakan inovasi yang dikembangkan tidak hanya diposisikan sebagai produk, melainkan sebagai solusi yang menargetkan dua persoalan sekaligus. “Inovasi ini kami rancang bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai solusi yang menjawab dua isu sekaligus, yaitu pengelolaan limbah dan kebutuhan material ramah lingkungan di sektor perumahan,” ujarnya.
Untuk mewujudkan gagasan tersebut, tim melakukan riset mengenai karakteristik minyak jelantah, potensi pengolahannya sebagai bahan turunan, serta peluang integrasinya dalam industri cat untuk hunian. Mereka menekankan kolaborasi lintas disiplin sebagai kekuatan utama: perspektif material untuk memastikan aspek teknis, arsitektur untuk menilai relevansi aplikatif pada bangunan, serta teknik kimia untuk mendukung formulasi dan proses pengolahan.
Tim juga menghadapi tantangan pada tahap riset. Mengubah limbah menjadi material bernilai tambah memerlukan kajian matang, baik dari sisi teknis maupun kelayakan bisnis. Mereka perlu memastikan solusi yang ditawarkan tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis untuk diproduksi dan diterapkan dalam skala perumahan.
Selain berkompetisi, mereka menilai ajang ini menawarkan manfaat jangka panjang. Peserta berkesempatan memperoleh pendanaan, memperluas jejaring, serta mendapatkan pembinaan dari para profesional di industri perumahan.
Roihan pun mendorong mahasiswa lain yang tertarik pada sektor perumahan untuk mencoba ajang serupa. “Kalau tertarik dengan industri perumahan, ajang seperti ini sangat layak dicoba. Bukan cuma soal kompetisi, tapi juga kesempatan belajar langsung dari para profesional dan membangun jaringan yang bisa berdampak jangka panjang,” katanya.