BERITA TERKINI
Magister Informatika UNM Tawarkan Alternatif Tugas Akhir Lewat Publikasi dan Inovasi Teknologi

Magister Informatika UNM Tawarkan Alternatif Tugas Akhir Lewat Publikasi dan Inovasi Teknologi

Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan alternatif penyelesaian studi bagi mahasiswa Program Magister Informatika. Selain jalur tesis konvensional, mahasiswa kini dapat memilih skema Rekognisi Publikasi Karya Ilmiah dan Inovasi Teknologi (RPKIIT) sebagai opsi tugas akhir.

Melalui RPKIIT, terdapat dua jalur utama yang dapat ditempuh mahasiswa, yakni publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi serta pengembangan inovasi teknologi atau prototipe. Skema ini dirancang agar karya yang dihasilkan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memiliki dampak bagi masyarakat dan industri.

Ketua Program Magister Informatika FTI UNM, Prof Dr Agus Subekti, menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari transformasi pembelajaran berbasis riset dan inovasi. Dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (6/4), ia mengatakan kampus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi dan inovasi teknologi yang dinilai dapat memberi kontribusi nyata.

UNM juga menetapkan skema penilaian untuk jalur publikasi. Mahasiswa yang mempublikasikan artikel pada jurnal internasional terindeks minimal Scopus Q3 dapat memperoleh nilai minimal A-. Sementara publikasi pada jurnal Q2 dan Q1 dapat dikonversi menjadi nilai A.

Untuk jalur inovasi teknologi, mahasiswa yang menghasilkan prototipe atau solusi aplikatif berpeluang memperoleh pengakuan melalui paten. Hak paten dikonversi setara nilai A, sedangkan paten sederhana setara A-.

Menurut Prof Agus, seluruh karya yang diajukan wajib relevan dengan bidang keilmuan, melibatkan dosen pembimbing, serta mencantumkan afiliasi Universitas Nusa Mandiri. Ketentuan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya riset dan publikasi di lingkungan kampus.

Melalui program RPKIIT, UNM menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan magister yang unggul secara akademik sekaligus inovatif dan adaptif. Prof Agus menyatakan skema ini diharapkan membantu mahasiswa menghasilkan karya berdaya saing global serta berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan percepatan transformasi digital di Indonesia.