Lintasarta mengumumkan kesiapan infrastruktur digital dan ekosistem Artificial Intelligence (AI) untuk menghadapi periode libur panjang Idulfitri 1447 H. Perusahaan memproyeksikan trafik jaringan meningkat sekitar 8–10% pada 18–25 Maret 2026, seiring melonjaknya aktivitas transaksi finansial, mobilitas masyarakat saat mudik, serta tingginya kebutuhan layanan berbasis teknologi di penghujung Ramadan.
Menurut Lintasarta, momen Idulfitri menjadi periode dengan intensitas aktivitas digital yang tinggi di Indonesia. Sejumlah sektor seperti perbankan, transportasi, ritel, hingga layanan publik dituntut tetap stabil meski beban trafik meningkat. Dalam konteks ini, Lintasarta menyatakan fokusnya memastikan layanan digital tetap cepat, aman, dan berjalan mulus tanpa kendala teknis.
Dalam mendukung ekosistem digital nasional, Lintasarta menerapkan pendekatan yang disebut Beyond Infrastructure. Melalui pendekatan ini, perusahaan menegaskan tidak hanya menyediakan konektivitas kabel atau nirkabel, tetapi juga membangun fondasi digital yang aman, andal, serta memenuhi kepatuhan terhadap regulasi.
Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menyampaikan bahwa keandalan layanan digital menjadi kunci kelancaran ekonomi dan layanan publik selama Lebaran. “Kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan melalui sistem monitoring terintegrasi dan tim operasional yang bersiaga penuh. Kami ingin masyarakat Indonesia dapat menikmati momen Idulfitri dengan layanan digital yang lancar tanpa gangguan,” ujar Zulfi.
Untuk menjaga stabilitas selama libur panjang, Lintasarta mengoperasikan Network Operation Center (NOC) selama 24 jam sehari. Mengingat mayoritas pelanggannya berada di segmen business-to-business (B2B), perusahaan menempatkan stabilitas sistem mission-critical sebagai prioritas. Melalui NOC, tim melakukan analisis trafik secara real-time guna mendeteksi potensi gangguan lebih awal, sekaligus menyiapkan mitigasi terukur dan terkoordinasi jika ditemukan anomali.
Lintasarta juga menyebut telah melakukan optimasi kapasitas jaringan di berbagai jalur konektivitas untuk mengantisipasi potensi bottleneck pada titik-titik kepadatan tinggi, terutama saat puncak arus mudik dan arus balik.
Kesiapan operasional tersebut turut didukung integrasi solusi 4C, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Pada aspek konektivitas, Lintasarta menyiapkan jaringan yang luas dan stabil. Di sisi cloud, perusahaan menyediakan infrastruktur penyimpanan data yang fleksibel dan tangguh. Untuk keamanan, Lintasarta menekankan perlindungan berlapis dari ancaman siber selama periode libur nasional yang dinilai rentan. Sementara pada kolaborasi, perusahaan menyiapkan solusi komunikasi digital untuk membantu koordinasi bisnis dari berbagai lokasi.
Selain kesiapan infrastruktur, Lintasarta menyiagakan dukungan teknis pelanggan melalui Contact Center di nomor 14052. Perusahaan juga menyediakan Virtual Assistant bernama Talita yang dapat diakses melalui situs resmi untuk membantu kebutuhan informasi maupun penanganan kendala teknis.
Dengan penguatan infrastruktur AI dan sistem pemantauan yang disebut canggih, Lintasarta menyatakan akan terus memperkuat perannya sebagai mitra transformasi digital nasional agar aktivitas bisnis dan layanan publik tetap stabil selama Idulfitri 1447 H.