Investasi perak kini semakin mudah dijangkau seiring perkembangan teknologi finansial. Jika sebelumnya investor umumnya membeli perak dalam bentuk fisik, kini tersedia berbagai platform yang memungkinkan akses investasi perak secara online dengan cara yang lebih praktis dan fleksibel.
Di tengah banyaknya pilihan, memahami karakteristik tiap aplikasi dan platform menjadi penting agar investasi berjalan aman dan sesuai kebutuhan. Sejumlah layanan menawarkan opsi berbeda, mulai dari perak tertokenisasi berbasis blockchain hingga pembelian perak batangan bersertifikat.
1. Pintu
Pintu menawarkan akses investasi perak melalui aset bernama SLVON (Silver ETF Tokenized). Berdasarkan Pintu Academy, SLVON merupakan aset digital yang merepresentasikan iShares Silver Trust, yakni exchange-traded fund (ETF) yang melacak pergerakan harga perak fisik. Dengan skema ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap harga perak tanpa perlu menyimpan logam fisik.
Berbeda dari ETF konvensional yang mengikuti jam bursa, SLVON dapat diperdagangkan selama 24 jam melalui jaringan blockchain. Transaksi disebut dapat diselesaikan secara instan, sehingga memberi fleksibilitas dan likuiditas yang lebih tinggi dibanding mekanisme investasi tradisional. SLVON juga disebut didukung kustodian yang teregulasi serta memiliki sistem mint dan redeem untuk menjaga kesesuaian harga dengan nilai aset dasar (NAV).
Sejumlah keunggulan yang disebutkan dari skema ini antara lain tidak memerlukan penyimpanan fisik, dapat dibeli dalam jumlah kecil (fraksional), memiliki akses global dan likuiditas tinggi, serta dapat digunakan dalam ekosistem DeFi. Selain perak, Pintu juga menyediakan emas tokenized seperti PAXG dan XAUT yang didukung emas fisik untuk diversifikasi. Dari sisi keamanan, Pintu menyertakan fitur seperti autentikasi dua faktor (2FA), biometrik, dan dukungan kustodian profesional.
2. Butik Emas Antam
Butik Emas Antam, yang dikelola PT Aneka Tambang Tbk, menjadi salah satu rujukan pembelian perak fisik di Indonesia. Mengacu pada situs resmi Logam Mulia, produk perak dilengkapi sertifikat keaslian. Pembeli dapat memilih perak batangan dalam berbagai ukuran, sementara harga dapat dipantau melalui laman resmi untuk menjaga transparansi.
Keunggulan utama layanan ini berada pada aspek legalitas dan kepercayaan sebagai entitas milik negara dengan standar produksi dan distribusi yang ketat. Namun, investasi perak fisik memiliki konsekuensi seperti kebutuhan penyimpanan yang aman serta proses jual beli yang tidak secepat aset digital.
3. Shopee
Shopee menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin membeli perak fisik secara online. Dalam marketplace ini tersedia beragam toko, termasuk penjual logam mulia yang menawarkan perak batangan dengan sertifikat keaslian. Pengguna dapat memanfaatkan ulasan dan rating untuk menilai kredibilitas penjual, serta memilih variasi ukuran produk sesuai kebutuhan.
Platform ini juga kerap menyediakan promo seperti diskon dan gratis ongkir. Meski demikian, pengguna tetap disarankan memilih toko resmi atau Shopee Mall untuk mengurangi risiko produk palsu.
4. Pegadaian
Pegadaian sebagai lembaga keuangan milik negara menyediakan layanan investasi logam mulia secara digital maupun fisik. Melalui aplikasi Pegadaian Digital, pengguna dapat mengakses berbagai layanan terkait logam mulia. Untuk perak, Pegadaian menyediakan akses melalui Galeri 24 yang menjual logam mulia termasuk perak dalam berbagai ukuran.
Skema pembelian dapat dilakukan secara bertahap, termasuk opsi cicilan. Pegadaian menonjol dari sisi keamanan dan reputasi sebagai BUMN yang diawasi regulator. Pengguna juga disebut dapat mencetak logam mulia fisik apabila saldo investasi telah mencukupi.
5. Treasury
Treasury dikenal sebagai aplikasi investasi logam mulia berbasis digital yang memudahkan pembelian emas secara online. Meski fokus utamanya emas, platform ini dinilai relevan sebagai opsi bagi investor yang ingin membangun portofolio komoditas sebelum masuk ke perak.
Melalui Treasury, pengguna dapat membeli emas dari nominal kecil, menyimpannya secara digital, dan menjualnya kapan saja. Penyimpanan dilakukan melalui mitra kustodian. Namun, untuk investasi perak, Treasury disebut belum menyediakan fitur khusus seperti SLVON di Pintu, sehingga posisinya lebih sebagai pelengkap diversifikasi logam mulia.
Perbandingan perak digital dan perak fisik
Perak digital seperti SLVON menawarkan kemudahan akses, likuiditas tinggi, dan fleksibilitas transaksi 24 jam. Sementara itu, perak fisik lebih sering dipilih untuk penyimpanan jangka panjang karena memiliki bentuk nyata. Kombinasi keduanya dapat menjadi strategi, dengan perak digital untuk kebutuhan likuiditas dan perak fisik sebagai penyimpan nilai jangka panjang.
Secara umum, pilihan investasi perak kini tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari perak tertokenisasi hingga pembelian logam fisik. Setiap platform memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing, sehingga investor perlu menyesuaikannya dengan tujuan dan preferensi investasi.