Anak-anak yang terbiasa mengakses media sosial berpotensi mengalami kecanduan gadget. Kondisi ini dapat membuat anak sulit lepas dari layar, mengabaikan aktivitas lain, dan semakin bergantung pada perangkat digital dalam kesehariannya.
Pasca berlakunya PP TUNAS, orang tua dan pendamping anak dapat mengambil langkah-langkah praktis untuk membantu mengurangi ketergantungan gadget. Berikut lima cara yang dapat dilakukan.
Pertama, tetapkan aturan penggunaan gadget yang jelas dan konsisten. Aturan ini dapat mencakup waktu kapan anak boleh menggunakan perangkat serta batas durasinya, sehingga anak memiliki pola yang lebih teratur.
Kedua, dampingi anak saat mengakses media sosial atau konten digital. Pendampingan membantu orang tua memahami kebiasaan anak di ruang digital sekaligus mengarahkan anak agar lebih bijak dalam menggunakan gawai.
Ketiga, alihkan perhatian anak pada aktivitas non-gadget. Orang tua dapat mendorong anak melakukan kegiatan yang melibatkan gerak, interaksi, atau kreativitas agar waktu layar berkurang.
Keempat, terapkan kebiasaan bebas gadget pada momen tertentu. Misalnya, membatasi penggunaan gawai saat makan atau menjelang tidur untuk membantu anak membangun rutinitas yang lebih sehat.
Kelima, bangun komunikasi terbuka mengenai penggunaan gadget. Mengajak anak berdiskusi tentang alasan pembatasan dan dampak terlalu lama di depan layar dapat membantu anak memahami tujuan aturan, bukan sekadar merasa dilarang.
Upaya mengurangi ketergantungan gadget membutuhkan konsistensi dan keterlibatan keluarga. Dengan langkah bertahap dan pendampingan yang tepat, anak diharapkan dapat membentuk kebiasaan digital yang lebih seimbang.