BERITA TERKINI
Lima Aplikasi yang Bisa Menunjang Pekerjaan Selama WFH

Lima Aplikasi yang Bisa Menunjang Pekerjaan Selama WFH

Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) satu hari dalam sepekan bagi pegawai negeri sipil (PNS) maupun pekerja perusahaan swasta. Kebijakan itu dikaitkan dengan upaya efisiensi bahan bakar di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Jika kebijakan tersebut diresmikan, masyarakat perlu bersiap menjalankan aktivitas kerja dari rumah. Sejumlah aplikasi digital dapat digunakan untuk membantu komunikasi, rapat virtual, hingga penyimpanan dan pengelolaan dokumen secara daring, sehingga koordinasi tetap berjalan tanpa harus berada di lokasi fisik yang sama.

Berikut lima aplikasi yang dapat menunjang pekerjaan selama WFH:

Zoom
Zoom masih menjadi salah satu platform konferensi video yang paling populer. Fitur yang tersedia antara lain panggilan video, berbagi layar, tanya jawab, dan chat. Zoom dapat digunakan secara gratis dengan durasi rapat hingga 40 menit untuk maksimal 100 peserta. Bagi yang membutuhkan fitur lebih lengkap, tersedia paket berlangganan, di antaranya Pro seharga Rp226 ribu dan Business Rp249 ribu.

Google Meet
Google Meet juga menjadi pilihan konferensi video yang bisa digunakan secara gratis. Layanan ini memungkinkan pertemuan daring hingga 24 jam, sementara jika peserta lebih dari dua orang, durasi yang dapat dicoba selama 60 menit. Google Meet terintegrasi dengan layanan Google lain seperti Gmail dan Calendar. Rapat dapat dijalankan tanpa instalasi aplikasi melalui peramban Chrome atau Firefox, serta disebut telah terenkripsi secara real time.

Microsoft Teams
Microsoft Teams menyediakan fitur komunikasi daring seperti chat, panggilan video, dan pengolahan dokumen untuk mendukung WFH. Aplikasi ini terintegrasi dengan ekosistem Microsoft 365 sehingga memudahkan pengolahan dokumen secara langsung. Fitur tagging juga tersedia untuk menyorot pesan penting, termasuk bagi peserta yang terlambat mengikuti percakapan grup.

Slack
Slack dapat digunakan untuk diskusi, pengiriman pesan, dan berbagi file dalam satu tempat. Dua fitur utamanya adalah channel untuk obrolan grup dan direct message untuk pesan langsung. Aplikasi ini dinilai cocok bagi tim yang lebih mengandalkan komunikasi berbasis teks dibandingkan video. Slack juga memungkinkan tim membuat nama instansi sendiri, sehingga tautan workspace dapat disesuaikan, misalnya apakabar.slack.com.

Google Drive
Google Drive dapat dimanfaatkan untuk menyimpan foto, dokumen, video, dan berbagai jenis file lainnya. Pengguna dapat berbagi pekerjaan melalui folder yang dibuat bersama. Kapasitas penyimpanan gratis yang tersedia sebesar 15 GB. Jika membutuhkan ruang lebih besar, tersedia opsi berlangganan, di antaranya Rp26 ribu per bulan untuk 100 GB dan Rp48 ribu per bulan untuk 200 GB. Proses unggah file dapat dilakukan melalui desktop maupun ponsel.

Dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi tersebut, pekerja dapat tetap berkomunikasi, berkoordinasi, dan mengelola dokumen secara efektif selama menjalankan WFH.