Lazismu resmi menghadirkan fitur pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui aplikasi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super App (MASA). Kehadiran fitur ini ditujukan untuk mempermudah layanan donasi di tengah percepatan transformasi digital, sekaligus memperluas akses masyarakat dalam menunaikan ZIS melalui kanal daring.
Langkah tersebut merupakan hasil sinergi Lazismu dengan LabMu, yang dinilai menjadi terobosan dalam penyediaan sarana pembayaran ZIS secara digital. Ketersediaan platform digital juga disebut memberi pengalaman baru bagi masyarakat dalam berdonasi.
Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Tsani, menyampaikan bahwa Lazismu menjalankan amanah sebagai unsur pembantu pimpinan dalam mengelola lembaga amil zakat nasional. Ia merujuk pada putusan Muktamar Muhammadiyah di Solo yang menegaskan komitmen persyarikatan untuk beradaptasi dengan transformasi digital dalam mendukung gerakan dakwah.
“Berdasarkan hal itu, Lazismu berbenah diri sekaligus beradaptasi dengan percepatan perubahan teknologi informasi dan digital. Tujuannya untuk mendorong partisipasi masyarakat baik dalam edukasi dan layanan berdonasi secara digital,” kata Ibnu Tsani di Kantor Lazismu Pusat, 13 Maret 2026.
Menurut Ibnu, kolaborasi dengan LabMu merupakan upaya melengkapi perluasan akses umat Islam dalam menunaikan zakat melalui saluran digital. Ia juga menyinggung peluncuran MASA pada Juni 2025 yang disebut telah menarik perhatian warga persyarikatan.
“Manfaatnya luar biasa, Lazismu jangan kehilangan momentum, apalagi dalam memantapkan program-program ramadan tahun ini,” ujarnya. Ia menambahkan, kehadiran MASA diharapkan memudahkan layanan ZIS di Lazismu, sekaligus menjadi ruang evaluasi dan perbaikan layanan meski fitur telah diluncurkan.
Direktur Utama LabMu, Asad Fatchul’ilmi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Lazismu dalam menghadirkan layanan pembayaran ZIS melalui integrasi fitur donasi di MASA. Ia menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperluas manfaat layanan aplikasi tersebut.
Asad menyebut, layanan ini tidak hanya ditujukan bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga bagi seluruh umat Islam yang ingin menunaikan kewajiban dan amal kebaikan dengan lebih mudah melalui kanal digital. Ia juga mengajak warga persyarikatan untuk memanfaatkan dan mengembangkan MASA sebagai aplikasi resmi Muhammadiyah yang terus bertumbuh melalui kolaborasi berbagai amal usaha dan unit organisasi.
Melalui sinergi ini, MASA diharapkan dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas. “Semoga setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui MASA membawa keberkahan bagi para muzaki yang memberi dan menjadi kebaikan yang bermanfaat bagi para mustahik yang menerima,” kata Asad.
Menjelang pekan terakhir Ramadan, masyarakat mulai merencanakan keuangan untuk kebutuhan mudik dan Lebaran, sekaligus bersiap menunaikan zakat maal dan zakat fitrah. Dalam konteks itu, Lazismu mengajak umat Islam untuk terus menghidupkan gerakan berbagi dan kepedulian sosial.
Adapun langkah pembayaran zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu di aplikasi MASA adalah memilih menu lainnya, kemudian memilih menu Donasi atau Zakat, memilih jenis donasi atau zakat yang tersedia (khusus zakat pilihannya zakat fitrah dan maal), lalu menyelesaikan pembayaran.