BERITA TERKINI
Laba Bersih Erajaya Tumbuh Jadi Rp1,19 Triliun pada 2025, Penjualan Naik 17,35%

Laba Bersih Erajaya Tumbuh Jadi Rp1,19 Triliun pada 2025, Penjualan Naik 17,35%

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 di tengah tantangan ekonomi global yang masih memengaruhi daya beli. Perusahaan ritel perangkat digital ini membukukan kenaikan penjualan dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham, mempertegas posisinya di pasar ritel gadget dan elektronik.

Berdasarkan laporan kinerja 2025, total penjualan ERAA mencapai Rp76,6 triliun atau tumbuh 17,35% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh portofolio produk yang beragam, mulai dari perangkat telekomunikasi hingga elektronik lainnya.

Kontribusi penjualan terbesar berasal dari segmen telepon selular dan tablet sebesar Rp60,07 triliun. Selanjutnya, segmen aksesoris dan lain-lain menyumbang Rp11,92 triliun, diikuti komputer dan alat elektronik Rp3,05 triliun, serta produk operator Rp1,55 triliun.

Seiring peningkatan pendapatan, laba bersih perusahaan naik 15,82% yoy menjadi Rp1,19 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibanding laba 2024 yang tercatat Rp1,03 triliun.

Dari sisi biaya, beban pokok penjualan meningkat 17,67% menjadi Rp68,26 triliun. Namun, perusahaan disebut mampu menjaga kinerja melalui pengelolaan pos non-operasional, dengan pendapatan lainnya yang naik 70,70% yoy. Kenaikan ini turut membantu menjaga stabilitas margin laba sebelum pajak di tengah peningkatan biaya distribusi dan administrasi.

Di neraca keuangan, ERAA melaporkan total aset Rp28,85 triliun pada akhir 2025, tumbuh 32,5% yoy. Total ekuitas naik 12,3% menjadi Rp10,17 triliun. Laba usaha tercatat Rp2,43 triliun atau meningkat 14,19% yoy.

Likuiditas perusahaan juga menguat, tercermin dari saldo kas dan setara kas yang naik 30,2% yoy menjadi Rp2,11 triliun pada akhir 2025. Secara keseluruhan, kinerja tersebut menggambarkan tren pertumbuhan ERAA sepanjang 2025, sekaligus mencerminkan dinamika industri ritel elektronik yang masih bertumbuh di tengah tekanan biaya.