Upacara pembukaan Kompetisi Penelitian Sains dan Teknologi Nasional untuk siswa SMP dan SMA tahun ajaran 2025-2026 digelar pada 20 Maret di Universitas Phenikaa, Hanoi. Ajang ini berlangsung selama tiga hari, 20–22 Maret.
Kompetisi tersebut diselenggarakan bersama oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan (MOET) dan Komite Rakyat Hanoi, dengan Departemen Pendidikan dan Pelatihan Hanoi sebagai tuan rumah. Penyelenggara menyebut, ini menjadi kali pertama seluruh Departemen Pendidikan dan Pelatihan berpartisipasi.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komite Rakyat Hanoi Vu Thu Ha mengatakan pemerintah kota menempatkan pengembangan pendidikan dan pelatihan sebagai tugas politik jangka panjang yang penting sekaligus terobosan strategis untuk membangun sumber daya manusia berkualitas tinggi. Ia juga menegaskan komitmen Hanoi sebagai tuan rumah untuk memastikan kompetisi berlangsung aman, serius, teliti, dan sukses, serta mengarahkan instansi terkait agar berkoordinasi dan menyiapkan kebutuhan penyelenggaraan.
Wakil Menteri Tetap Pendidikan dan Pelatihan Pham Ngoc Thuong menyampaikan kompetisi ini memasuki tahun ke-13 sejak pertama kali digelar pada 2012. Menurutnya, ajang tersebut berkontribusi pada tujuan pendidikan komprehensif sekaligus membantu mengikuti tren perkembangan sains, teknologi, dan inovasi di tengah revolusi industri 4.0 serta transformasi digital.
Tahun ini, kompetisi diikuti 242 proyek dari 21 bidang. Thuong menyebut jumlah tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang penyelenggaraan, meningkat lebih dari 30 proyek dibandingkan tahun 2025. Ia menilai hal itu menunjukkan gerakan penelitian ilmiah di kalangan siswa semakin meluas serta mencerminkan peningkatan kualitas dan kepercayaan diri siswa, guru, dan orang tua dalam kompetisi di berbagai tingkatan.
Direktur Universitas Phenikaa, Profesor Le Trung Thanh, mengatakan keikutsertaan siswa tidak hanya mencerminkan capaian akademik, tetapi juga kemampuan mengubah ide menjadi produk, model, dan solusi yang bernilai praktis. Pertemuan siswa dari berbagai daerah, menurutnya, menjadi forum akademik untuk bertukar pengalaman, belajar, membangun koneksi, dan menyebarkan inspirasi penelitian ilmiah.
Universitas Phenikaa juga membuka akses kunjungan ke laboratorium, ruang penelitian, dan pusat inovasi agar peserta dapat melihat dan merasakan aktivitas riset secara lebih dekat. Selain itu, universitas menyatakan memberikan beasiswa bagi pemenang kompetisi dengan dukungan hingga 100% biaya kuliah selama masa studi.
Dalam rangkaian kegiatan, Universitas Phenikaa menyelenggarakan tur ke sejumlah fasilitas, di antaranya Pusat Penelitian Gen, Laboratorium Kimia Lingkungan dan Ekotoksikologi, serta Ruang Praktik Robotika dan Kecerdasan Buatan. Ketiga lokasi tersebut ditampilkan untuk menggambarkan spektrum kegiatan riset di kampus, mulai dari pengembangan ide menjadi produk praktis, proyek ilmiah yang melayani masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi modern untuk menyiapkan sumber daya manusia bagi pabrik pintar masa depan.
Penyelenggara di tingkat universitas menekankan pesan bahwa sains tidak berhenti pada kompetisi, melainkan dapat terus dipupuk dan dikembangkan agar menghasilkan nilai dalam lingkungan akademik yang inovatif.