Persaingan pengembangan layanan internet satelit yang terhubung langsung ke ponsel kian memanas setelah Apple Inc. dan Amazon memperkuat kolaborasi strategis. Langkah ini dipandang sebagai upaya menantang dominasi SpaceX melalui jaringan Starlink, sekaligus menandai arah baru layanan komunikasi yang tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur seluler konvensional.
Kerja sama tersebut disebut bukan sekadar urusan bisnis, melainkan bagian dari perebutan posisi dalam penguasaan konektivitas berbasis satelit. Amazon, melalui proyek konstelasi satelit orbit rendah (low Earth orbit/LEO), mulai menempatkan diri sebagai pesaing langsung dalam layanan komunikasi satelit yang terhubung ke perangkat pengguna.
Menurut laporan The Verge pada Rabu (15/4/2026), Amazon menyepakati akuisisi jaringan satelit orbit rendah milik Globalstar senilai 11,57 miliar dolar AS atau sekitar Rp 198,2 triliun (kurs Rp 17.130 per dolar AS). Akuisisi ini mencakup lisensi spektrum, operasional, serta aset perusahaan yang akan diintegrasikan dengan jaringan satelit LEO Amazon yang sedang dikembangkan.
Dalam kesepakatan itu, Amazon juga mengambil alih kerja sama Globalstar dengan Apple. Sebelumnya, Apple memiliki sekitar 20 persen saham Globalstar dan menggunakan infrastrukturnya untuk menghadirkan layanan komunikasi darurat berbasis satelit pada perangkat Apple.
Dalam pernyataan resminya, Amazon menyatakan akan bekerja sama dengan operator jaringan seluler untuk “mewujudkan visi tersebut dan memperluas konektivitas yang andal dan berkecepatan tinggi kepada pelanggan, di mana pun mereka berada di dunia.” Pernyataan itu menunjukkan pendekatan hibrida yang memadukan jaringan satelit dengan dukungan operator.
Amazon dan Apple juga menandatangani perjanjian baru untuk menghadirkan konektivitas satelit pada fitur iPhone dan Apple Watch, baik untuk perangkat saat ini maupun di masa depan. Globalstar saat ini mendukung layanan tersebut pada iPhone 14 ke atas serta Apple Watch Ultra 3, termasuk untuk mengirim pesan ke layanan darurat, menghubungi keluarga dan teman, meminta bantuan di jalan, serta membagikan lokasi pengguna.
Melalui kesepakatan baru, Amazon menyatakan akan terus mendukung model iPhone dan Apple Watch yang saat ini menggunakan jaringan Globalstar, termasuk konstelasi satelit orbit rendah yang ada dan yang akan datang. Amazon juga menyebut akan berkolaborasi dengan Apple untuk layanan satelit masa depan menggunakan jaringan LEO Amazon yang diperluas.
Di sisi kapasitas, kesenjangan antar pemain masih terlihat. Hingga akhir 2025, SpaceX telah mengoperasikan lebih dari 650 satelit yang dilengkapi kemampuan seluler dari total sekitar 10.000 satelit Starlink. Sementara itu, Globalstar disebut hanya memiliki sekitar 25 satelit aktif di orbit rendah.
Amazon menyatakan tengah mempercepat peluncuran satelitnya dan menargetkan lebih dari 3.200 satelit dalam jaringan LEO. Saat ini, lebih dari 200 satelit telah mengorbit sebagai fondasi awal ekspansi.
Perbedaan pendekatan menjadi salah satu pembeda utama dalam persaingan ini. Starlink mengandalkan kemitraan dengan operator seperti T-Mobile untuk menghadirkan layanan Direct-to-Cell. Sementara itu, kolaborasi Apple–Amazon diarahkan pada pengembangan konektivitas langsung ke perangkat tanpa ketergantungan penuh pada operator.