BERITA TERKINI
Kesbangpol Sulbar Dorong Pembatasan Gadget di Sekolah untuk Penguatan Karakter dan Pencegahan IRET

Kesbangpol Sulbar Dorong Pembatasan Gadget di Sekolah untuk Penguatan Karakter dan Pencegahan IRET

Diskusi melalui program Dialog Interaktif “Halo Sulbar” digelar di Studio RRI Mamuju pada Jumat, 3 April 2026. Siaran tersebut mengangkat tema “Implementasi Pencegahan IRET dengan Pembatasan Gadget di Sekolah”.

Dialog yang dipandu host Dwita Ardiyana menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat Darwis Damir sebagai narasumber utama. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Muhammad Nehru Sagena serta Kepala Dinas Kominfo Sulbar Muhammad Ridwan Djafar.

Dalam diskusi itu, Darwis Damir menegaskan pembatasan penggunaan gadget di sekolah dipandang sebagai langkah implementatif untuk mendukung visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, khususnya misi Pancadaya Pembangunan.

Darwis menjelaskan, pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, unggul, dan berkarakter—sebagai salah satu pilar dalam Pancadaya—dinilai sulit tercapai apabila generasi muda terjebak pada ketergantungan gadget yang bersifat destruktif. Ia juga menekankan pembatasan gadget di sekolah sebagai upaya preventif dalam menangkal paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Menurut Darwis, pembatasan gadget di lingkungan sekolah diharapkan memberi ruang bagi siswa untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta membangun interaksi sosial yang lebih sehat. Ia menilai langkah tersebut dapat membantu siswa agar tidak mudah terpapar paham radikal yang berpotensi mengancam persatuan.

“Dengan membatasi gadget di sekolah, kita memberikan ruang bagi siswa untuk kembali pada penguatan nilai-nilai kebangsaan dan interaksi sosial yang sehat, sehingga mereka tidak mudah terinfiltrasi oleh paham radikal yang mengancam persatuan di Bumi Manakarra,” ujar Darwis Damir.