BERITA TERKINI
Kerja Sama OpenAI dan Amazon Picu Ketegangan dengan Microsoft soal Platform Agen AI Frontier

Kerja Sama OpenAI dan Amazon Picu Ketegangan dengan Microsoft soal Platform Agen AI Frontier

OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, dilaporkan tengah menghadapi ketegangan dengan Microsoft menyusul kerja samanya dengan Amazon. Kemitraan tersebut dinilai berpotensi berbenturan dengan perjanjian yang telah lebih dulu terjalin antara OpenAI dan Microsoft.

Menurut laporan Financial Times yang dikutip Toms Hardware, inti perselisihan berkaitan dengan platform AI terbaru OpenAI bernama Frontier. Platform ini ditujukan untuk perusahaan besar dengan konsep multi-agen, yakni menghubungkan sejumlah agen AI yang dapat bekerja layaknya karyawan digital, memiliki memori bersama, serta akses ke data bisnis.

Secara sederhana, Frontier dirancang untuk memudahkan perusahaan mengintegrasikan AI ke dalam operasional secara lebih kompleks dan terstruktur.

Masalah muncul dari ketentuan kerja sama lama OpenAI dan Microsoft. Pada awalnya, Microsoft menjadi satu-satunya penyedia layanan cloud untuk OpenAI. Namun, dalam perjanjian terbaru, OpenAI disebut diperbolehkan menggunakan layanan cloud pihak ketiga untuk produk non-API.

Microsoft menilai, jika OpenAI menyediakan akses Frontier melalui layanan cloud Amazon, yakni AWS Bedrock, langkah tersebut berpotensi melanggar kesepakatan yang ada. Perbedaan penafsiran ini menjadi salah satu sumber utama perselisihan kedua pihak.

Sengketa juga menyentuh aspek teknis terkait perbedaan sistem “stateless” dan “stateful” pada model AI. Secara umum, chatbot disebut bersifat stateless. Meski terlihat merekam percakapan, sistem chatbot pada dasarnya memproses ulang konteks dari awal setiap kali menerima masukan baru.

Berbeda dengan itu, Frontier dinilai sebagai sistem stateful karena melibatkan lapisan penyimpanan dan orkestrasi yang memungkinkan agen AI berbagi memori dan konteks secara berkelanjutan. Microsoft menilai, bila sistem seperti ini dijalankan di AWS, praktik tersebut dapat melanggar semangat maupun isi kontrak yang disepakati.

Laporan Financial Times juga menyebutkan Amazon dikabarkan menginstruksikan karyawan untuk menghindari istilah seperti “mengakses” atau “memanggil” ChatGPT sebagai backend. Sebagai gantinya, mereka diminta menggunakan istilah yang lebih umum seperti “didukung oleh” atau “terintegrasi dengan”. Langkah ini dinilai sebagai upaya menghindari implikasi hukum terkait penggunaan teknologi OpenAI.

Di tengah situasi tersebut, diskusi antara tim hukum Microsoft dan OpenAI disebut berlangsung intens. Seorang sumber internal Microsoft bahkan menyatakan, “Kami tahu kontrak kami, dan kami akan menggugat jika dilanggar.”

Di sisi lain, OpenAI meyakini kerja samanya dengan Amazon masih sesuai dengan perjanjian yang berlaku. OpenAI dan Amazon juga disebut tengah mengembangkan sistem tertentu untuk menghindari potensi pelanggaran kontrak.