Upaya platform X memperketat pemberantasan akun bot dan spam memunculkan temuan tak terduga. Kepala produk X, Nikita Bier, mengungkap bahwa sejumlah akun yang semula dicurigai sebagai bot ternyata dijalankan oleh manusia asli dari Indonesia, bukan oleh kecerdasan buatan (AI).
Pernyataan itu disampaikan Bier melalui unggahan di X. Ia menceritakan tengah menyelidiki satu pengguna yang mengelola sekitar 30 akun dengan alamat IP dari Indonesia, sambil mencoba memahami alat apa yang digunakan untuk menjalankan aktivitas tersebut.
Namun, hasil penelusuran itu disebutnya di luar dugaan. Bier menulis bahwa yang ia temukan bukan AI, melainkan “Actual Indonesians” atau benar-benar orang Indonesia, sebagai sindiran bahwa aktivitas yang tampak otomatis itu ternyata dilakukan oleh manusia.
Temuan tersebut menegaskan bahwa tidak semua pola aktivitas yang terlihat seperti bot di X berasal dari sistem otomatis. Sebagian aktivitas bisa dilakukan secara manual oleh manusia, tetapi polanya menyerupai bot, misalnya memposting secara massal, mengulang konten, atau meningkatkan engagement secara tidak wajar.
Fenomena semacam ini kerap dikaitkan dengan praktik tertentu, seperti promosi kripto atau kampanye digital yang melibatkan banyak akun untuk meningkatkan visibilitas.
Di sisi lain, temuan Bier muncul di tengah langkah X yang disebut semakin agresif dalam menekan bot dan spam. Perusahaan dikabarkan mengembangkan sistem deteksi baru, termasuk untuk mengidentifikasi bot berbasis AI yang kian sulit dibedakan dari pengguna asli.
Menurut Bier, salah satu pendekatan yang digunakan adalah mendeteksi apakah suatu akun benar-benar dioperasikan langsung oleh manusia. Ia menyebut, jika tidak ada manusia yang benar-benar “mengetuk layar”, akun tersebut berpeluang ditangguhkan, bahkan bila aktivitasnya hanya untuk eksperimen.
Meski begitu, pendekatan tersebut juga menghadapi tantangan karena tidak semua aktivitas mencurigakan berasal dari AI, sebagaimana tergambar dari kasus akun-akun ber-IP Indonesia yang ia selidiki. Bier tidak merinci lebih lanjut proses penelusuran maupun mekanisme teknis yang digunakan.
Isu bot sendiri sudah lama menjadi perhatian di X, termasuk sejak platform ini masih bernama Twitter. Pemilik X, Elon Musk, sebelumnya mengeklaim bot pernah menyumbang lebih dari 20 persen aktivitas di platform tersebut. Sejumlah laporan terbaru juga menunjukkan persoalan bot belum sepenuhnya teratasi.
Dengan munculnya fenomena “bot manual” yang menyerupai aktivitas otomatis, tantangan X dinilai makin kompleks. Pasalnya, membedakan pengguna asli dengan aktivitas massal yang terorganisir oleh manusia tidak selalu mudah. X menyatakan akan terus menyempurnakan sistem deteksinya, meski diakui diperlukan waktu untuk benar-benar membedakan aktivitas autentik dan aktivitas yang meniru perilaku bot.