BERITA TERKINI
Kemenko PMK Sosialisasikan Gerakan SatuJamKu untuk Tekan Kecanduan Gawai pada Anak

Kemenko PMK Sosialisasikan Gerakan SatuJamKu untuk Tekan Kecanduan Gawai pada Anak

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyosialisasikan Gerakan Satu Jam Berkualitas bersama Keluarga (SatuJamKu) sebagai respons atas tingginya angka kecanduan gawai pada anak. Gerakan ini mendorong keluarga meluangkan waktu minimal satu jam setiap hari tanpa gangguan gawai untuk memperkuat interaksi langsung antara orang tua dan anak.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, mengatakan tantangan pengasuhan semakin kompleks di era digital. Ia menyebut penetrasi internet di Indonesia telah melampaui 80 persen, namun pendampingan orang tua masih rendah dan bahkan tidak mencapai 30 persen.

Woro juga memaparkan data yang dinilainya mengkhawatirkan. Menurutnya, sekitar 42 persen anak usia dini di bawah 6 tahun sudah terpapar gawai. Ia menambahkan, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam laporan kasus materi pornografi anak berdasarkan data NCMEC 2023. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendampingan.

“Orang tua harus jadi pengasuh yang efektif. Jangan jadikan gadget sebagai pengasuh,” kata Woro saat ditemui di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dalam Gerakan SatuJamKu, keluarga diajak memanfaatkan waktu tanpa gawai untuk aktivitas yang mempererat hubungan, seperti ibadah, makan bersama, olahraga, hingga rekreasi. Woro berharap gerakan ini tidak hanya mengurangi intensitas penggunaan gawai, tetapi juga menguatkan kelekatan emosional, komunikasi, serta peran keluarga dalam pengasuhan.

Ia menilai keteladanan orang tua menjadi kunci keberhasilan gerakan tersebut. Woro menyoroti kebiasaan sebagian orang tua yang melarang anak bermain ponsel, tetapi pada saat yang sama tetap sibuk menggunakan gawai, termasuk untuk berselancar di media sosial.

Menjelang Idul Fitri, Woro menyebut momen mudik sebagai kesempatan untuk menerapkan SatuJamKu. Menurutnya, interaksi keluarga cenderung lebih kuat saat mudik karena orang tua tidak terbebani pekerjaan dan anak tidak terbebani sekolah. Ia mengatakan Kemenko PMK tengah berkoordinasi dengan Kominfo untuk menyuarakan kampanye agar selama mudik keluarga dapat meningkatkan kelekatan interaksi tanpa distraksi gawai.