Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kemitraan strategis dengan media guna memperluas diseminasi kebijakan, riset, dan inovasi kepada masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam kegiatan halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) pada Senin (6/4/2026). Kegiatan itu dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi sekaligus menyelaraskan peran media dalam mendukung agenda pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
Brian menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi jurnalis pendidikan yang dinilai berperan penting menjembatani informasi antara pemerintah dan publik. Ia menegaskan media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan program, kebijakan, serta hasil riset agar dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Menurut Brian, penguatan komunikasi publik di bidang sains dan teknologi semakin krusial di tengah derasnya arus informasi. Eksposur yang tepat terhadap hasil riset diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan inovasi dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menilai isu sains dan teknologi perlu menjadi perhatian bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengembangan sumber daya manusia.
Dalam kesempatan itu, Kemdiktisaintek turut menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan, antara lain pengelolaan sampah, pengembangan energi terbarukan, dan efisiensi energi.
Brian menjelaskan, keberhasilan implementasi teknologi tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Ia mencontohkan pengelolaan sampah, di mana perilaku memilah sampah menjadi faktor kunci untuk mendukung efektivitas teknologi yang telah dikembangkan. Ia menekankan keberhasilan inovasi pengolahan sampah sangat bergantung pada kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.
Selain itu, Kemdiktisaintek terus mendorong riset energi baru terbarukan di perguruan tinggi, termasuk pemanfaatan energi panas bumi dan mikrohidro. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis inovasi.
Kegiatan halalbihalal itu juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan media untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka, berkelanjutan, dan konstruktif. Ke depan, interaksi yang lebih intens diharapkan dapat memperkuat ekosistem informasi yang akurat dan edukatif.
Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan media, Kemdiktisaintek menyatakan optimistis kebijakan serta inovasi di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dapat tersampaikan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.