Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat riset dan teknologi nasional dengan memperluas kemitraan internasional. Upaya ini diarahkan untuk membangun ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan di Indonesia.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara sebagai fondasi penguatan riset nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi pada forum internasional 5th Education yang dihadiri delegasi dari berbagai negara.
“Komitmen Indonesia saat ini adalah memperluas ruang kerja sama dengan institusi pendidikan global sebagai langkah memperkuat fondasi riset nasional,” ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, strategi ini tidak berhenti pada kerja sama formal, melainkan ditujukan untuk memperkuat kapasitas nasional secara menyeluruh. Sasaran yang ditekankan meliputi pengembangan talenta unggul, penguatan riset, serta inovasi untuk menjawab tantangan masa depan.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas nasional, terutama dalam pengembangan talenta unggul, riset, serta inovasi masa depan,” kata Fauzan.
Melalui kemitraan strategis tersebut, Kemdiktisaintek berharap terjadi pertukaran pengetahuan dan transfer teknologi yang lebih luas bagi para peneliti di Indonesia. Pemerintah menilai sinergi dengan institusi global dapat membuka peluang lebih besar bagi pengembangan inovasi yang berdampak.
Kehadiran perwakilan Indonesia dalam forum internasional itu juga dinilai mencerminkan kesiapan Indonesia untuk berperan dalam peta inovasi dunia, sekaligus memperkuat dukungan bagi akademisi dan praktisi riset agar terus menghasilkan karya yang bermanfaat.