Penggunaan gadget pada anak yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik pada kesehatan fisik maupun mental. Di tengah perkembangan teknologi digital, orangtua perlu memahami risiko yang dapat muncul agar pencegahan bisa dilakukan sejak dini.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM/RS Sardjito, Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K), menyampaikan bahwa kecanduan gadget dapat memengaruhi beragam aspek tumbuh kembang anak. Dampaknya tidak hanya terlihat dari perubahan perilaku, tetapi juga bisa berpengaruh pada kondisi fisik secara menyeluruh.
Gangguan perilaku dan sosial
Salah satu dampak yang kerap terlihat adalah perubahan perilaku. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget disebut cenderung lebih mudah marah dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar.
“Yang pasti ada gangguan perilaku, mulai dari gampang marah, tidak aware terhadap lingkungan, kemampuannya bersosialisasi terganggu,” ujar Prof. Mei dalam wawancara pada Sabtu (11/4/2026).
Kondisi tersebut dapat membuat anak kesulitan berinteraksi dengan orang lain, baik di lingkungan keluarga maupun di luar rumah. Dalam jangka panjang, gangguan ini berpotensi menghambat perkembangan sosial dan emosional anak.
Gangguan tidur akibat paparan layar
Paparan layar gadget, terutama menjelang waktu tidur, juga dapat memengaruhi kualitas istirahat anak. Prof. Mei menjelaskan, cahaya biru dari layar berpengaruh pada sistem biologis tubuh.
“Anak juga bisa mengalami masalah tidur, karena paparan blue light akan mengganggu keluarnya hormon melatonin yang penting pada proses tidur anak,” katanya.
Gangguan tidur dapat berdampak pada konsentrasi, suasana hati, serta kesehatan anak secara keseluruhan.
Masalah pada kesehatan mata
Penggunaan gadget dalam waktu lama berisiko menimbulkan gangguan pada penglihatan. Mata yang terus-menerus terpapar layar dapat mengalami kelelahan hingga memicu masalah penglihatan.
“Secara fisik, mata anak juga akan bermasalah. Matanya terlalu lama melihat gadget sehingga memicu masalah penglihatan,” ujar Prof. Mei.
Karena itu, orangtua dinilai perlu membatasi durasi penggunaan gadget dan memastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup dari layar.
Gangguan postur tubuh
Selain mata, kebiasaan bermain gadget juga dapat berdampak pada postur tubuh anak. Posisi duduk yang tidak tepat serta minimnya aktivitas fisik disebut menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap masalah ini.